Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Sulfur merupakan salah satu unsur hara mikro yang memiliki peran penting bagi pertumbuhan tanaman. Meskipun dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit, ketersediaan unsur hara ini tetap diperlukan oleh tanaman.
Unsur hara sulfur sebagian besar ditemukan dalam tanah dan bahan organik. Sulfur aktif nantinya akan diserap akar tanaman dan masuk ke sel tanaman.
Lalu, apa saja fungsi sulfur bagi tanaman? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Baca juga: Mengenal Pupuk Kalsium, Bikin Tanaman Tahan Serangan Penyakit
Sama halnya dengan unsur hara lainnya, sulfur juga dapat menunjang pertumbuhan tanaman. Berdasarkan penjelasan di situs Pusat Perpustakaan dan penyebaran Teknologi Pertanian, sulfur berperan untuk membentuk struktur dan fungsi enzim serta protein dalam daun maupun biji.
Ilustrasi pupuk, pemberian pupuk untuk tanaman. Saat sulfur tersedia, maka akan menjamin ketersediaan sistein yang mempunyai peran untuk pembentukan protein dalam biji.
Sementara itu, dalam sumber lain disebutkan bahwa sulfur menjadi bagian dari hasil metabolisme senyawa kompleks. Fungsi sulfur bagi tanaman lainnya yaitu menjadi aktivator, kofaktor, atau regulator enzim dan berguna dalam proses fisiologi tanaman.
Baca juga: Simak, Manfaat Pupuk Urea untuk Tanaman
Sulfur juga berhubungan dengan pembentukan klorofil dan menunjang proses fotosintesis serta berperan dalam reaksi metabolisme seperti karbohidrat, lemak, dan protein. Sulfur juga berperan untuk merangsang pembentukan akar dan buah, serta membuat tanaman terhindar dari patogen penyebab penyakit.
Penjelasan lain tentang fungsi sulfur bagi tanaman juga diterangkan dalam Cybext Kementerian Pertanian. Menurut penjelasan di situs tersebut, fungsi sulfur pada tanaman bawang bisa meningkatkan kuantitas bawang merah dan membuat ukuran umbi maksimal serta jumlah umbi yang dihasilkan banyak.
Selain itu, sulfur juga mempengaruhi rasa dan tingkat kepedasan umbi bawang merah. Dengan demikian, unsur hara sulfur sangat berperan penting bagi pertumbuhan, produktivitas, dan kualitas hasil panen tanaman.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.