Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Melon merupakan salah satu buah yang nilai ekonominya tinggi. Maka dari itu, banyak petani yang berminat membudidayakan komoditas ini.
Selain dibudidayakan secara konvensional, melon juga bisa ditanam secara hidroponik. Budidaya melon hidroponik menjadi salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas tanaman.
Dikutip jurnal Agrium Vol. 33, No.1, Senin (20/3/2023), berikut ini teknik budidaya melon yang bisa diterapkan agar hasil panennya maksimal.
Baca juga: Cara Menanam Melon Hidroponik, Bisa Menghasilkan Buah Berkualitas
Benih biasa disemai di rockwool. Bibit yang sudah bisa dipindahkan ke media tanam hidroponik setelah berumur 14 hari.
Ilustrasi tanaman golden melon atau melon kuningLangkah budidaya melon hidroponik selanjutnya yaitu menyiapkan media tanam. Jenis media tanam yang bisa digunakan yaitu campuran arang sekam + pasir perbandingan 1:1 atau cocopeat + arang sekam dengan perbandingan 1:1.
Untuk menunjang pertumbuhan dan produktivitas melon, maka tanaman perlu diberi nutrisi secara berimbang. Nutrisi hidroponik harus mengandung unsur hara makro maupun mikro yang menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman melon.
Baca juga: 8 Cara Merawat Tanaman Melon di Musim Hujan
Cara menanam melon hidroponik yaitu dengan meletakkan bibit pada media tanam hidroponik yang sudah disiapkan.
Kegiatan perawatan tanaman melon hidroponik berupa pemberian nutrisi, pemasangan ajir, dan pemangkasan. Pengikatan tanaman pada ajir dilakukan saat tanaman berumur 21 hari setelah tanam.
Sedangkan pemangkasan dilakukan saat tanaman berumur 4 minggu setelah pindah tanam. Pemangkasan bertujuan untuk memotong pucuk tanaman agar pertumbuhan buah optimal.
Baca juga: Kapan Masa Panen Melon? Begini Penjelasannya
Melon hidroponik bisa mulai dipanen setelah tanaman berumur 50 hari hingga 2 bulan. Cara panennya yaitu dengan memotong tangkai buah menggunakan gunting atau pisau yang steril.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.