Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Alpukat agar Cepat Berbuah

Kompas.com, 21 September 2022, 20:00 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Alpukat adalah salah satu buah populer yang digemari masyarakat. Buah alpukat mengandung banyak vitamin dan diolah menjadi beragam olahan makanan dan minuman.

Namun demikian, banyak masyarakat atau petani belum menerapkan teknik budidaya alpukat yang baik agar cepat berbuah, serta berkualitas ekspor.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Rabu (21/9/2022), penerapan teknologi budidaya alpukat agar cepat berbuah dan berkualitas ekspor membutuhkan beberapa langkah penting.

Baca juga: Cara Menanam Alpukat Aligator agar Panen Setiap Saat

Ilustrasi buah alpukat di pohon, pohon alpukat, menanam alpukat.SHUTTERSTOCK/JABOO2FOTO Ilustrasi buah alpukat di pohon, pohon alpukat, menanam alpukat.

Berikut cara menanam alpukat agar cepat berbuah dan berkualitas ekspor.

1. Pilih varietas unggul

Pertama, pilih varietas alpukat unggul yang berkualitas mempunyai sifat bisa adaptasi dan toleran terhadap penyakit dan hama serta mempunyai tingkat produktivitas tinggi.

Kemudian, buahnya seragam dengan bentuk oval dan berukuran sedang, serta daging buah tidak berserat dan berkualitas baik dengan biji berukuran kecil yang melekat tepat pada rongga bijinya serta kulit alpukat licin.

Varietas buah alpukat unggulan yang dikenal di Indonesia antara lain alpukat hijau panjang dan alpukat hijau bundar.

Baca juga: Simak, Cara Menanam Alpukat agar Berbuah Banyak dan Besar

2. Syarat tumbuh

Agar sukses menanam alpukat supaya cepat berbuah, berikut beberapa syarat tumbuh yang harus dipenuhi.

Pertama, penanaman sebaiknya dimulai saat musim hujan. Pastikan lahan tanam menerima cukup angin sebagai sarana yang membantu proses penyerbukan bunga calon buah alpukat.

Ilustrasi buah alpukat hass. SHUTTERSTOCK/BARMALINI Ilustrasi buah alpukat hass.

Angin juga di perlukan untuk mematahkan percabangan dan ranting tanaman alpukat yang tergolong rapuh dan mudah patah.

Selain itu, pastikan juga lahan menerima cukup sinar matahari. Tanaman alpukat dapat tumbuh dengan baik apabila mendapatkan cahaya matahari antara 40 sampai 80 persen. 

Baca juga: Mudah, Ini Cara Menanam Alpukat dari Biji

Pohon alpukat tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.

3. Menanam alpukat

Pastikan menggunakan tanah yang gembur, mengandung banyak bahan organik, dan tidak mudah tergenangi air. Tanah lempung berpasir, lempung endapan dan lempung liat adalah kriteria jenis tanah yang baik untuk memulai menanam buah alpukat.

Langkah berikutnya adalah persiapan bibit. Bibit alpukat dapat diperoleh dengan beberapa cara, yaitu secara generatif dari bijinya, secara vegetatif dengan penyambungan pucuk atau enten, serta penyambungan mata atau okulasi.

Setelah itu, persiapkan lahan tanam. Lahan untuk budidaya alpukat harus dibersihkan terlebih dulu dari tunggul pohon, semak-semak, dan bebatuan. Kemudian, cangkul sedalam 30 cm atau diolah dengan traktor tangan.

Baca juga: Cara Menanam Alpukat di Dalam Pot

Upayakan pengolahan lahan dilakukan saat musim kemarau sehingga penanaman bibit alpukat dapat dilakukan pada awal musim hujan.

Berikutnya, buat lubang tanam dengan kedalaman 70 x 70 cm. Lubang tersebut dibiarkan terbuka selama lebih kurang dua minggu.

Pada saat menggali, tanah bagian atas dan bawah dipisahkan selanjutnya lubang tanam ditutup kembali dengan posisi seperti semula dan tanah bagian atas dicampur dulu dengan 25 kg pupuk kandang sebelum dimasukkan ke dalam lubang. Lubang tanam yang sudah ditutup tanah diberi tanda berupa ajir agar posisi tanam tidak keliru.

Ilustrasi menanam alpukat, buah alpukat di pohon. PIXABAY/SANDID Ilustrasi menanam alpukat, buah alpukat di pohon.

Saat yang tepat untuk penanaman bibit alpukat adalah pada awal musim hujan, sehingga bibit bisa langsung tumbuh. Lubang tanam yang telah ditutup digali lagi dengan ukuran sebesar wadah bibit.

Baca juga: 6 Varietas Alpukat Unggul yang Cocok untuk Urban Farming

Polybag diiris agar bibit bisa dikeluarkan dengan aman tanpa menggoyahkan akar bibit. Bibit beserta tanahnya dimasukkan dalam lubang hingga leher batang dan setelah ditimbun bibit diikat dengan ajir.

Setiap bibit sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman air hujan. Naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang tinggi di sebelah timur.

Naungan berfungsi sampai tumbuh tunas-tunas baru atau lebih kurang dua sampai tiga minggu.

Jarak tanam alpukat unggul dengan perbanyakan okulasi atau sambung pucuk atau enten adalah 6 m x 6 m, dengan popolasi 278 pohon per hektar. Bisa juga ditanam dengan jarak tanam 7 m x 7 m dengan populasi 204 tanaman per hektar.

Baca juga: Simak, Cara Menanam Alpukat dari Biji agar Cepat Berbuah

4. Pemeliharaan tanaman

Ada beberapa langkah pemeliharaan yang perlu dilakukan, yakni sebagai berikut.

Penyiangan

Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh tidak dikehendaki. Gulma akan menjadi kompetitor bibit alpukat dalam menyerap nutrisi di dalam tanah.

Agar tanaman alpukat tumbuh dengan baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi secara rutin.

Penggemburan tanah

Tanah sekitar perakaran lama kelamaan akan padat akar tanaman akan menyerap nutrisi dengan baik. Apabila ada rongga udara dan air yang cukup, maka tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan secara periodik.

Ilustrasi alpukat, buah alpukat, alpukat mentega. SHUTTERSTOCK/TYASINDAYANTI Ilustrasi alpukat, buah alpukat, alpukat mentega.

Saat penggemburan dilakukan dengan hati-hati agar akar tidak putus.

Penyiraman

Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu dilakukan setiap hari. Waktu yang tepat untuk menyiram adalah pagi atau sore hari.

Bila hari hujan, maka tanaman tidak perlu disiram lagi.

Baca juga: Panduan Cara Menanam Alpukat dari Biji

Pemangkasan tanaman

Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati.

Pemangkasan perlu dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit. Selain itu, luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi penutup luka seperti parafin cair.

Pemupukan

Tanaman alpukat mempunyai sedikit akar rambut, maka sebaiknya pupuk diletakkan sedekat mungkin dengan akar. Pemupukan diberikan sedikit namun lebih sering, yaitu 4 kali dalam setahun.

Sebelum pemupukan perlu dibuat lubang melingkar tepat di bawah tepi tajuk tanaman sedalam 30 cm. Pupuk ditebar ke dalam lubang kemudian ditimbun tanah lagi.

Baca juga: Ragam Cara Menyimpan Alpukat agar Tidak Cepat Busuk

Pemakaian pupuk secara bertahap sesuai umur tanaman dan seimbang antara pupuk organik yakni pupuk kandang, aritech, hortech, mosa gold, serta pupuk kimia seperti pupuk urea, pupuk SP36, dan pupuk KCl.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Varietas Tanaman
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
Varietas Tanaman
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau