Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mudah, Begini Cara Meracik Pupuk Hidroponik

Kompas.com, 20 November 2022, 11:38 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemupukan hidroponik merupakan salah satu tahapan dalam budidaya tanaman hidroponik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Pemberian pupuk yang tepat akan membuat tanaman tumbuh dengan baik dan hasil panennya maksimal.

Formula nutrisi untuk tanaman hidroponik sangat beragam. Sebagian besar formula yang digunakan yaitu kombinasi antara unsur hara makro dan mikro.

Unsur hara makro yang digunakan terdiri atas; kalium nitrat, kalsium nitrat, kalium fosfat, dan magnesium sulfat. Sementara itu, unsur hara mikro yang biasanya digunakan pada budidaya hidroponik yaitu besi, mangan, tembaga, seng, boron, klorin, dan nikel.

Baca juga: 5 Sayuran Hidroponik yang Potensial Dibudidayakan

Nutrisi yang ditambahkan dalam budidaya hidroponik dikenal dengan sebutan nutrisi AB-Mix. Seperti namanya, nutrisi ini terdiri atas dua komposisi yaitu komposisi A dan B.

Ilustrasi tanaman hidroponik.Dok. Shutterstock/Foodiesty12 Ilustrasi tanaman hidroponik.

Pupuk untuk hidroponik sebenarnya sudah banyak dijual di pasaran. Akan tetapi, Anda juga bisa meraciknya sendiri.

Dilansir dari buku Hidroponik Sayuran di Perkotaan, Minggu (20/11/2022), berikut cara meracik pupuk untuk hidroponik dengan mudah.

AB-Mix sayuran daun

Untuk sayuran daun, komposisi pupuk yang diperlukan, seperti berikut:

Komposisi pekatan A

  • Kalsium nitrat sebanyak 1176 gram.
  • Kalium nitrat sebanyak 616 gram
  • Fe EDTA sebanyak 38 gram

Baca juga: 3 Media Tanam yang Biasa Digunakan untuk Hidroponik

Komposisi pekatan B

  • Kalium dihidro fosfat: 335 gram
  • Amonium sulfat: 122 gram
  • Kalium sulfat: 36 gram
  • Magnesium sulfat: 790
  • Cupri sulfat: 0,4 gram
  • Zinc sulfat: 1,5 gram
  • Asam borat: 4,0 gram
  • Mangan Sulfat: 8 gram
  • Amonium hepta molibdat: 0,1 gram

AB-Mix sayuran buah

Sementara itu, untuk sayuran buah maka komposisi pupuk yang diperlukan, seperti berikut:

Baca juga: 5 Langkah Mudah Menanam Stroberi Hidroponik

Komposisi pekatan A

  • Kalsium nitrat: 1100 gram
  • Kalium nitrat: 575 gram
  • Fe EDTA: 38 gram

Komposisi pekatan B

Ilustrasi menanan sayuran hidroponik. SHUTTERSTOCK/GEORGE PHOTO CM Ilustrasi menanan sayuran hidroponik.

  • Kalium dihidro fosfat: 560 gram
  • Amonium sulfat: 30 gram
  • Kalium sulfat: 75 gram
  • Magnesium sulfat: 1.050 gram
  • Cupri sulfat: 0,4 gram
  • Zinc sulfat: 1,5 gram
  • Asam borat: 4,0 gram
  • Mangan Sulfat: 8 gram
  • Amonium hepta molibdat: 0,1 gram

Baca juga: 4 Jenis Wadah Tanaman Hidroponik yang Mudah Ditemui

Cara membuat racikan pupuk hidroponik

  1. Siapkan komposisi A yang akan dilarutkan dalam 5 liter air, kemudian aduk sampai rata sam simpan pada jerigen atau wadah bersih.
  2. Pada wadah lain, siapkan juga komponen pekatan B dan larutkan dalam air sebanyak 5 liter.
  3. Setelah itu, ambil 5 ml larutan A dan B, lalu campurkan ke dalam 1 liter air dan aduk sampai rata.
  4. Larutan encer sudah bisa digunakan pemupukan hidroponik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Meraup Keuntungan dari Lada Lampung
Varietas Tanaman
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Surplus Pangan, Mengapa Impor?
Varietas Tanaman
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia
Varietas Tanaman
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Gula Aren dan Kebangkitan Ekonomi Desa Berbasis Agroforestri
Varietas Tanaman
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Mete Indonesia Makin Berjaya di Pasar Internasional
Varietas Tanaman
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Dari Kebun Kelapa dan Ladang Jagung Mereka Bangkit
Varietas Tanaman
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Menguatkan Akar dan Menjahit Masa Depan: Arah Baru Perkebunan Nasional
Varietas Tanaman
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Kopi dan Kayu Manis di Kerinci: Praktik Tumpangsari yang Menjaga Kebun Tetap Hidup
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau