Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak, Cara Mencegah Bunga Mangga Rontok Saat Ditanam di Pot

Kompas.com - 09/03/2023, 14:36 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Budidaya mangga dalam pot semakin digemari. Pasalnya, menanam mangga di pot dianggap sangat efektif bagi orang yang ingin menanam tanaman buah ini di lahan terbatas.

Tanaman mangga dalam pot mampu menghasilkan buah yang lezat dan sebagai penghias pekarangan rumah.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Kamis (9/3/2023), beberapa varietas mangga yang dapat ditanam di pot antara lain mangga chokanan, namdokmai, modenko, mangga apel, irwin, mangga manalagi, khioe, mangga arumanis kiojay dan jenis lainnya.

Baca juga: Cara Membasmi Kutu Putih pada Pohon Mangga

Ilustrasi mangga harum manis, pohon mangga harum manis, tanaman mangga harum manis. SHUTTERSTOCK/RBAGUSDIANI Ilustrasi mangga harum manis, pohon mangga harum manis, tanaman mangga harum manis.

Untuk Anda yang menanam mangga dalam pot, pasti menginginkan tanaman mangga cepat berbuah lebat dan manis. Namun, sebelum berbuah biasanya tanaman mangga akan melewati proses pembungaan.

Tidak semua tanaman buah mangga dapat berbunga dengan cepat. Hanya tanaman mangga yang pemeliharaannya yang baik sajalah yang dapat berbunga dengan cepat.

Akan tetapi, munculnya bunga pada tanaman mangga dapat dipercepat lagi dengan cara merangsang agar bunga cepat muncul. Namun, tentu saja tanaman mangga harus dipelihara dengan baik supaya memudahkan dalam proses merangsang pembungaan.

Bunga mangga adalah sebuah harapan di mana hasil pertanian yang selama ini di tunggu akan menghasilkan buah yang melimpah.

Baca juga: Kenali Mangga Arum Merah, Varietas Mangga Merah Unggul dari Situbondo

Penyebab bunga mangga rontok

Munculnya bunga mangga tidak semudah yang diharapkan. Ada beberapa penyebab bunga mangga rontok sebelum menjadi bakal buah, sehingga hanya beberapa buah yang akan bisa dipanen.

Ilustrasi bunga mangga.SHUTTERSTOCK/ASSS SSSA Ilustrasi bunga mangga.

Kerontokan bunga mangga yang terjadi selama ini tidak terlepas dari dua faktor, yaitu faktor pengaruh luar dan faktor pengaruh dalam.

Pengaruh dalam meliputi keseimbangan hara dan hormon dalam tanaman, tingkat kesuburan tepungsari, kemampuan atau kekompakan organ reproduksi serta kondisi lain yang mendukung proses perkembangan buah sejak pembuahan sampai perkembangan buah yang optimal untuk dipanen seperti ketersediaan air.

Adapun faktor luar meliputi kesuburan tanah, kondisi iklim misalnya tingginya curah hujan dan besarnya angin, serta serangan hama penyakit.

Baca juga: Catat, Ini Cara Agar Pohon Mangga Rajin Berbuah

Ilustrasi tanaman mangga, tanaman buah mangga. PIXABAY/CUIAIMIN Ilustrasi tanaman mangga, tanaman buah mangga.

Cara merangsang pembungaan mangga agar tidak rontok

Ada cara mencegah bunga mangga rontok, sehingga Anda bisa melihat tanaman mangga di pot menghasilkan bunga dengan baik.

Pupuk merupakan makanan bagi tumbuhan, persediaan untuk kebutuhan bahan suplemen atau kecukupan unsur hara yang tersedia pada tabulampot akan menghasilkan tanaman dapat tumbuh dengan baik dan akan menghasilkan produk yang bermutu tinggi sesuai keinginan.

Adapun suplemen yang digunakan untuk mengatasi tersebut, salah satunya produk SOTHCS (Suplemen Organik Tanaman). Ini adalah pupuk alami yang dapat memperkuat jaringan pada akar dan batang serta dapat mencegah tingkat gugur bunga maupun buah.

Cara pengunaannya adalah larutkan dengan dosis 10 cc dan tambahkan gula pasir sebanyak 5 sendok makan ke dalam wadah berisi 15 liter air. Lalu, aduk hingga rata.

Baca juga: Ciri-ciri Buah Mangga Tua yang Siap Panen

Semprotkan larutan tersebut ke bagian tanaman mangga baik yang belum berbunga maupun yang sudah berbunga hingga merata ke bagian tanaman. Selanjutnya sisa larutan tersebut disiramkan ke bagian media tanaman dalam pot.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Serat Alam dan Potensi Pengembangannya

Varietas Tanaman
Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau