Penulis
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Paser, Djoko Bawono, selaku ketua penyelenggara, menegaskan pentingnya eksekusi teknis agar dana tersebut tepat sasaran.
"Kami menargetkan lokakarya ini menghasilkan kesepakatan dan rencana aksi konkret. Dengan koordinasi berkelanjutan antara dinas, perusahaan, dan koperasi, kita memastikan subsidi iuran dari DBH Sawit benar-benar melindungi pekerja di lapangan," kata Djoko.
Dari sisi bisnis, perlindungan tenaga kerja berkaitan erat dengan stabilitas keamanan operasional perusahaan dan penerimaan produk di pasar internasional.
Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan sekaligus Direktur Pengembangan SDM GAPKI, Sumarjono Saragih, menyatakan bahwa pemenuhan jaminan sosial bukanlah beban biaya bagi industri.
Menurutnya, devisa ekspor sawit nasional yang mencapai US$27,76 miliar pada tahun 2024 dihasilkan dari dedikasi 16,5 juta pekerja.
Baca juga: Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal
"Kolaborasi ini membuktikan jaminan sosial adalah investasi mutlak untuk memenuhi standar kelayakan kerja global seperti ISPO dan EUDR. Ini harus dibarengi peningkatan kapasitas untuk memitigasi risiko kerja," tegas Sumarjono.
Sementara itu, Country Manager Solidaridad Network Indonesia, Yeni Fitriyanti, menyoroti perluasan akses ini sebagai bentuk keadilan sosial.
Dia mengatakan, platform MSF ini penting untuk dialog setara antara pemerintah, korporasi, dan pekerja. Integrasi jaminan sosial dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memberikan manfaat penuh seperti jaminan hari tua dan jaminan kematian.
"Sekarang, program BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya dinikmati oleh pegawai kantoran, tetapi juga oleh pekerja informal," ungkap Yeni.
Melalui sinergi dalam wadah MSF ini, Pemerintah Kabupaten Paser bersama Solidaridad dan GAPKI mendesak seluruh perusahaan perkebunan, pengurus koperasi unit desa, serta pemerintah daerah penghasil sawit lainnya untuk segera mengintegrasikan buruh harian lepas ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
"Menjaga kesejahteraan pekerja di garis depan adalah langkah preventif paling konkret dalam menjaga stabilitas keamanan dan produktivitas industri sawit nasional," tuntas Yeni.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.