Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP

Kompas.com, 15 Juni 2026, 15:03 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

DENPASAR, KOMPAS.com - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) akan memperluas fokus pengembangan Program Ekspedisi Patriot di kawasan transmigrasi.

Jika selama ini pengembangan kawasan kerap identik dengan sektor pertanian dan tanaman pangan, ke depan program tersebut juga akan menyasar potensi maritim, perkebunan, hingga sektor unggulan lainnya di berbagai daerah.

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menuturkan, langkah tersebut dilakukan melalui penerjunan Tim Ekspedisi Patriot ke puluhan kawasan transmigrasi untuk mengimplementasikan hasil riset yang telah dilakukan sebelumnya.

"Kalau Tim Ekspedisi Patriot, itu kita tugaskan di 54 kawasan transmigrasi. Ada sekitar 1.574 peserta Tim Ekspedisi Patriot yang kita terjunkan yang berasal dari seluruh perguruan tinggi dengan mitra 10 perguruan tinggi nasional dan beberapa perguruan tinggi daerah," ujar Viva.

Menurut dia, para peserta akan bertugas menerapkan berbagai rekomendasi hasil riset yang telah disusun pada pelaksanaan Ekspedisi Patriot tahap pertama pada 2024.

"Tujuannya adalah untuk melakukan implementasi dari riset-riset yang telah dilakukan pada Tim Ekspedisi Patriot tahap pertama tahun 2024. Itu kan sudah ada rekomendasi dan hasilnya," kata Viva.

Baca juga: Hasil Rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot 2026 Diumumkan, 1.476 Peserta Lolos

Dia menjelaskan, implementasi tersebut diarahkan untuk memperkuat inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna sesuai karakteristik dan produk unggulan masing-masing kawasan transmigrasi.

"Nah, kita akan melakukan implementasi dari rekomendasi itu dalam rangka untuk pengembangan inovasi dan penggunaan teknologi tepat guna yang ada di seluruh kawasan sesuai dengan produk unggulan di kawasan transmigrasi itu," ujarnya.

Tidak Hanya Pertanian dan Pangan

Viva menegaskan, pengembangan kawasan transmigrasi tidak hanya berorientasi pada sektor pertanian pangan sebagaimana selama ini dipersepsikan masyarakat.

"Orientasinya bukan semata-mata untuk tanaman pangan, tetapi juga bisa maritim, perkebunan, dan lain sebagainya," tutur dia.

Karena itu, pendekatan yang digunakan akan disesuaikan dengan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing kawasan.

Kawasan yang memiliki keunggulan di sektor kelautan akan didorong mengembangkan ekonomi maritim, sementara kawasan dengan komoditas unggulan perkebunan akan diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sektor tersebut.

Viva melanjutkan, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot merupakan bagian dari upaya Kementrans mempercepat lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat setempat.

"Setelah kita terjunkan, ada upaya dari Kementrans untuk menerjunkan sumber daya manusia di kawasan transmigrasi dalam rangka mempercepat tumbuhnya pertumbuhan ekonomi baru yang berkolaborasi dengan kemampuan masyarakat lokal untuk bisa menciptakan kreasi, inovasi, pertumbuhan yang dapat meningkatkan kemakmuran di kawasan transmigrasi," kata Viva.

Menurut dia, tujuan akhir dari program tersebut adalah membangun sistem pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat tidak hanya bagi warga transmigran, tetapi juga masyarakat lokal yang tinggal di sekitar kawasan transmigrasi.

"Kita menginginkan di kawasan transmigrasi itu dibangun sebuah sistem pertumbuhan ekonomi yang dampaknya bukan hanya pada satuan pemukiman tetapi juga masyarakat lokal sesuai dengan hasil dan produk unggulan masing-masing di kawasan transmigrasi," tutup politisi PAN itu.

Baca juga: Jamin Transparansi, Kampus Mitra Tim Ekspedisi Patriot Siap Buka Data

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Varietas Tanaman
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Varietas Tanaman
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
Varietas Tanaman
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau