DENPASAR, KOMPAS.com - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) akan memperluas fokus pengembangan Program Ekspedisi Patriot di kawasan transmigrasi.
Jika selama ini pengembangan kawasan kerap identik dengan sektor pertanian dan tanaman pangan, ke depan program tersebut juga akan menyasar potensi maritim, perkebunan, hingga sektor unggulan lainnya di berbagai daerah.
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menuturkan, langkah tersebut dilakukan melalui penerjunan Tim Ekspedisi Patriot ke puluhan kawasan transmigrasi untuk mengimplementasikan hasil riset yang telah dilakukan sebelumnya.
"Kalau Tim Ekspedisi Patriot, itu kita tugaskan di 54 kawasan transmigrasi. Ada sekitar 1.574 peserta Tim Ekspedisi Patriot yang kita terjunkan yang berasal dari seluruh perguruan tinggi dengan mitra 10 perguruan tinggi nasional dan beberapa perguruan tinggi daerah," ujar Viva.
Menurut dia, para peserta akan bertugas menerapkan berbagai rekomendasi hasil riset yang telah disusun pada pelaksanaan Ekspedisi Patriot tahap pertama pada 2024.
"Tujuannya adalah untuk melakukan implementasi dari riset-riset yang telah dilakukan pada Tim Ekspedisi Patriot tahap pertama tahun 2024. Itu kan sudah ada rekomendasi dan hasilnya," kata Viva.
Baca juga: Hasil Rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot 2026 Diumumkan, 1.476 Peserta Lolos
Dia menjelaskan, implementasi tersebut diarahkan untuk memperkuat inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna sesuai karakteristik dan produk unggulan masing-masing kawasan transmigrasi.
"Nah, kita akan melakukan implementasi dari rekomendasi itu dalam rangka untuk pengembangan inovasi dan penggunaan teknologi tepat guna yang ada di seluruh kawasan sesuai dengan produk unggulan di kawasan transmigrasi itu," ujarnya.
Viva menegaskan, pengembangan kawasan transmigrasi tidak hanya berorientasi pada sektor pertanian pangan sebagaimana selama ini dipersepsikan masyarakat.
"Orientasinya bukan semata-mata untuk tanaman pangan, tetapi juga bisa maritim, perkebunan, dan lain sebagainya," tutur dia.
Karena itu, pendekatan yang digunakan akan disesuaikan dengan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing kawasan.
Kawasan yang memiliki keunggulan di sektor kelautan akan didorong mengembangkan ekonomi maritim, sementara kawasan dengan komoditas unggulan perkebunan akan diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sektor tersebut.
Viva melanjutkan, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot merupakan bagian dari upaya Kementrans mempercepat lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat setempat.
"Setelah kita terjunkan, ada upaya dari Kementrans untuk menerjunkan sumber daya manusia di kawasan transmigrasi dalam rangka mempercepat tumbuhnya pertumbuhan ekonomi baru yang berkolaborasi dengan kemampuan masyarakat lokal untuk bisa menciptakan kreasi, inovasi, pertumbuhan yang dapat meningkatkan kemakmuran di kawasan transmigrasi," kata Viva.
Menurut dia, tujuan akhir dari program tersebut adalah membangun sistem pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat tidak hanya bagi warga transmigran, tetapi juga masyarakat lokal yang tinggal di sekitar kawasan transmigrasi.
"Kita menginginkan di kawasan transmigrasi itu dibangun sebuah sistem pertumbuhan ekonomi yang dampaknya bukan hanya pada satuan pemukiman tetapi juga masyarakat lokal sesuai dengan hasil dan produk unggulan masing-masing di kawasan transmigrasi," tutup politisi PAN itu.
Baca juga: Jamin Transparansi, Kampus Mitra Tim Ekspedisi Patriot Siap Buka Data
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang