Sebagai proyek yang berada di pulau terluar Indonesia, pembangunan JIAT menghadapi sejumlah tantangan.
Mulai dari pengadaan material dan peralatan yang harus didatangkan dari luar pulau hingga identifikasi lokasi yang memiliki potensi sumber air tanah memadai.
Setelah konstruksi selesai, BWS Maluku akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani terkait pengoperasian sistem irigasi, termasuk penyediaan manual operasi setelah proses serah terima kepada pemerintah daerah rampung.
Proyek JIAT di Kepulauan Tanimbar juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan air dan ketahanan pangan nasional.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo sebelumnya menyatakan, pengembangan JIAT dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan air, terutama di daerah yang rentan mengalami penurunan debit saat musim kemarau.
"Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam dan menjaga stabilitas produksi beras nasional di tengah tantangan perubahan iklim," ujar Dody.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya Hamdani menegaskan, pembangunan JIAT di Kepulauan Tanimbar merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah terpencil dan perbatasan.
"Pembangunan JIAT di Kepulauan Tanimbar ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Ini adalah jawaban atas kebutuhan nyata petani di pulau terluar yang selama ini hanya bisa panen sekali setahun," ujar Hamdani.
"Dengan teknologi irigasi berbasis energi surya dan sistem gravitasi yang kami terapkan, kami berharap para petani di Pulau Selaru dan Pulau Yamdena dapat menikmati hasil panen dua hingga tiga kali per tahun," lanjutnya.
Dia menambahkan, Hutama Karya akan terus berkomitmen menghadirkan solusi infrastruktur yang berkelanjutan, termasuk di wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis tinggi.
Baca juga: Ditjen SDA Kementerian PUPR Resmikan Program JIAT di Lampung Selatan
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.