JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan menuju lahan pertanian di Kabupaten Aceh Tenggara kini lebih mudah dilalui setelah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan penanganan Ruas Lawe Kinga–Simpang Seberang sepanjang 4,8 kilometer.
Infrastruktur yang dibangun melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah itu mulai dirasakan manfaatnya oleh para petani.
Salah satunya dirasakan Yasin, warga Desa Lawe Serke, Kecamatan Lawe Sigala-gala.
Dia mengaku akses menuju kebun yang sebelumnya sulit dilalui kini menjadi lebih nyaman dan aman sehingga memudahkan masyarakat mengangkut hasil panen.
"Kami dari Desa Lawe Serke mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Kementerian PU karena adanya proyek IJD ini kami bisa nyaman untuk pergi berladang mengambil hasil panen kami. Dan semoga ke depannya proyek IJD yang akan datang bermanfaat untuk masyarakat Indonesia," ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Program Inpres Jalan Daerah dirancang untuk memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendukung target swasembada pangan dan energi.
Baca juga: Tol Langsa–Aceh Tamiang Dirancang Jadi Jalur Evakuasi Bencana
Menurut dia, pembangunan jalan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga memangkas biaya distribusi hasil pertanian.
"Melalui Program Inpres Jalan Daerah ini, pemerintah memastikan rantai pasok pangan berjalan lancar dari hulu hingga hilir serta menghubungkan langsung wilayah sentra produksi menuju pasar-pasar konsumsi secara jauh lebih efisien dan berkelanjutan," tutur Dody.
"Dampaknya akan langsung terasa di lapangan, waktu tempuh distribusi menjadi lebih singkat, biaya angkut logistik dapat ditekan, serta risiko kerusakan hasil panen selama perjalanan dapat diminimalkan," lanjutnya.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan jalan daerah kini juga harus memperhatikan aspek geometrik sehingga dapat dilalui dua kendaraan roda empat yang berpapasan dengan aman.
Secara keseluruhan, Program Inpres Jalan Daerah di Provinsi Aceh telah menangani 33 ruas jalan yang tersebar di 19 kabupaten/kota dengan total panjang mencapai 118,73 kilometer.
Seluruh pekerjaan difokuskan pada preservasi dan peningkatan struktur jalan menggunakan pondasi atas dan bawah yang lebih kokoh serta lapisan permukaan aspal beton (Asphalt Concrete-Wearing Course/AC-WC) setebal 6 sentimeter guna meningkatkan ketahanan jalan.
Selain Ruas Lawe Kinga–Simpang Seberang di Aceh Tenggara, program tersebut juga menyasar sejumlah wilayah strategis lainnya, seperti Jalan Blang Seubel–Badegong di Kabupaten Simeulue untuk mendukung distribusi hasil bumi di kawasan kepulauan.
Lalu, Jalan Tanoh Manyang–Seumira Seksi II di Kabupaten Aceh Jaya guna memperlancar akses ke sentra produksi lokal, serta dua ruas jalan sepanjang total 13,6 kilometer di Kabupaten Aceh Besar sebagai penunjang konektivitas kawasan penyangga ekonomi.
Melalui peningkatan kualitas jalan daerah tersebut, pemerintah berharap akses petani menuju lahan pertanian maupun pasar menjadi lebih efisien sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat rantai pasok pangan di Aceh.
Baca juga: MUI Kucurkan Rp 2 Miliar Bangun Masjid Korban Bencana Aceh Tamiang
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang