Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Pernahkah Anda mencicipi buah kepel? Mungkin banyak di antara kita belum mengetahui buah kepel. Buah ini termasuk tanaman langka yang sudah sulit dijumpai.
Mengutip dari Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Selasa (17/1/2023), buah ini diketahui sebagai buah kesukaan putri keraton. Buah ini diketahui bisa membuat sang putri menjadi semakin wangi.
Mengetahui hal tersebut, Raja Mataram kemudian memerintahkan menanam pohon buah kepel di halaman istana agar buahnya bisa digunakan para putri keraton. Dengan mengkonsumsi buah kepel matang, maka keringat putri raja akan beraroma wangi dan napasnya pun menjadi harum.
Baca juga: Mengenal Buah Marashi, Buah Unik yang Bisa Mengubah Rasa
Selain itu, buah ini juga diketahui mempunyai nilai filosofi adhiluhung dan menjadi flora identitas dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ilustrasi buah kepelSelain ditanam di wilayah kraton, buah kepel juga banyak tumbuh di beberapa daerah lain di Indonesia. Sebutan lain buah ini yaitu buah dan pohon kecindul, simpol, cindul, turalak, dan burahol.
Buah kepel termasuk tanaman yang tumbuh tinggi. Bahkan, tinggi pohon kepel bisa mencapai 20 meter.
Bagian tanaman kepel mulai dari biji, buah, dan akar diketahui mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Oleh karena itu, buah ini dimanfaatkan obat herbal.
Baca juga: Mengenal Pepaya Merah Delima, Keunggulan dan Cara Menanamnya
Buah kepel diketahui bisa membersihkan darah, menguatkan liver, memelihara organ dalam seperti paru-paru dan ginjal.
Itulah penjelasan sekilas tentang buah kepel. Dari penjelasan di atas, kita bisa mengetahui bahwa buah kepel tak hanya memiliki nilai historis, namun juga memiliki manfaat untuk kesehatan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.