Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Jenis Buah Pisang yang Tumbuh di Indonesia, Apa Saja?

Kompas.com, 16 Juli 2023, 09:43 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pisang merupakan buah populer yang banyak disukai. Di Indonesia, ada banyak jenis pisang yang dibudidayakan.

Setiap buah pisang memiliki karakteristik yang berbeda. Lantas, apa saja jenis buah pisang yang dapat tumbuh di Indonesia? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Jenis buah pisang di Indonesia

Pisang termasuk buah yang mudah dijumpai. Bahkan, buah ini bisa ditanam di pekarangan rumah dengan mudah. Berikut ini beberapa jenis buah pisang yang tumbuh di Indonesia.

Baca juga: 10 Jenis Pisang yang Rasanya Manis, Bisa Menjadi Takjil Buka Puasa

1. Pisang raja

Menurut penjelasan di buku berjudul “PISANG: Budi daya, Pengolahan, dan Prospek Pasar”, pisang raja merupakan jenis pisang komersial yang mudah dijumpai. Karakteristik pisang raja yaitu memiliki bentuk melengkung dengan bagian pangkal bulat.

ilustrasi pisang raja. SHUTTERSTOCK/Rifki Alfirahman ilustrasi pisang raja.

Warna buahnya kuning kemerahan dan tidak berbiji. Bagian empulur buahnya terlihat nyata, bertekstur kasar, dan memiliki rasa manis.

2. Pisang raja sere

Pisang raja sere dikenal juga sebagai pisang meja karena ukurannya kecil. Panjang buah ini hanya sekitar 10 hingga 15 cm dan diameter 3 sampai 4 cm.

Saat sudah matang, warna buahnya kuning kecoklatan dengan bintik coklat kehitaman. Kulit buah pisang raja sere tipis, warna dagingnya putih, rasanya manis, dan aromanya harum.

Baca juga: Cara Menanam Pisang Raja yang Rasanya Enak dan Bergizi

3. Pisang raja uli

Pisang raja uli sering disebut sebagai pisang olahan. Warna kulit buah ini kuning cerah dengan daging buahnya putih.

Rasanya manis dan beraroma harum. Setiap tanda biasanya berisi 5 sampai 8 sisir buah dengan berat per sisir sekitar 1,6 kg. Rasa pisang ini semakin enak jika diolah dengan cara digoreng atau direbus.

4. Pisang raja jambe

Jenis buah pisang di Indonesia lainnya yaitu pisang raja jambe. Bentuk buah pisang ini lurus berpangkal bulat dengan berat 80 gram.

Daging buah ini berwarna putih kekuningan dan tidak memiliki biji. Tanaman pisang raja jambe memerlukan waktu sekitar 17 bulan untuk berbunga dan buahnya akan masak 5 bulan setelah berbunga.

Ilustrasi buah pisang raja.SHUTTERSTOCK/AJISAI13 Ilustrasi buah pisang raja.

5. Pisang raja seribu

Pisang rasa seribu termasuk varietas pisang asli Indonesia tepatnya dari Surakarta. Menurut penjelasan di Taniuntung.com, jenis pisang ini memiliki ciri khas buahnya yang besar dengan kulit berwarna kuning keemasan.
Baca juga: Manfaat Memotong Jantung dan Membungkus Tandan Buah Pisang

Buah ini memiliki rasa yang lezat. Selain itu, kandungan serat, vitamin, dan mineral dalam buah ini juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

6. Pisang lampung

Pisang lampung merupakan jenis pisang yang mirip dengan pisang mas. Buah pisang ini berwarna kuning penuh dan warna dagingnya putih kemerahan.

Rasa buahnya manis dan beraroma harum. Buah pisang lampung seringkali disajikan sebagai hidangan segar tanpa diolah terlebih dahulu.

7. Pisang kapas

Pisang kapas juga termasuk jenis buah pisang yang rasanya manis. Buah pisang ini memiliki kulit tebal berwarna kuning berbintik hitam.

Daging buahnya putih kekuningan. Meskipun rasanya manis, aroma buah ini tidak terlalu kuat. Jenis pisang ini cocok diolah menjadi pisang goreng, pisang kukus, maupun kolak.

8. Pisang tanduk

Buah pisang tanduk berukuran besar dan bentuknya seperti tanduk. Saat telah matang, warna buahnya menjadi coklat kemerahan dan terdapat bintik. Biasanya, pisang tanduk dinikmati setelah diolah menjadi pisang goreng atau kolak pisang.

9. Pisang ambon lumut

Salah satu jenis buah pisang yang banyak disukai yaitu pisang ambon lumut. Buah ini memiliki rasa manis dan beraroma kuat.

Saat matang, kulit pisang ambon lumut tetap hijau atau hijau kekuningan berbintik coklat kehitaman. Daging buahnya putih kemerahan dan lunak. Buah ini sangat cocok diolah menjadi sari buah, selai, sale pisang, atau pure.

Baca juga: Cara Menanam Pisang Ambon agar Panennya Maksimal

10. Pisang ambon putih

Selain ambon lumut, jenis pisang ambon lainnya yaitu pisang ambon putih. Sesuai dengan namanya, buah pisang ini berwarna daging buah putih hingga putih kekuningan.

Rasa daging buahnya manis, sedikit asam, dan aromanya kuat. Pisang ambon ini sangat cocok diolah menjadi sale pisang, pure, selai, atau sari buah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Varietas Tanaman
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Kebutuhan Kelapa China 4 Miliar Butir, Halmahera Utara Siap Jadi Pemasok
Varietas Tanaman
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
JIAT Rp 1,5 Miliar di Rote Ndao Layani 10 Hektar Lahan Pertanian
Varietas Tanaman
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau