Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memproyeksikan pemanfaatan sumber daya hayati berbasis biosolusi berpotensi menyumbang nilai ekonomi hingga 2,23 miliar dollar AS (sekitar Rp 36 triliun) bagi Indonesia pada 2035.
Nilai raksasa ini diperkirakan mencapai lebih dari dua kali lipat total nilai ekspor kopi nasional saat ini.
Proyeksi tersebut tertuang dalam laporan The Value of Biosolutions: Growth and Prosperity – Indonesia Edition.
Baca juga: Beras Subsidi Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran Murka: Ini Amoral
Selain mencetak potensi ekonomi bernilai triliunan rupiah, sektor ini diprediksi mampu meningkatkan jumlah lapangan kerja hampir tiga kali lipat dalam periode yang sama.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo Teguh Sambodo, menegaskan bahwa biosolusi merupakan pijakan strategis bagi Indonesia untuk melompat menjadi pemimpin bioekonomi di kawasan Asia Tenggara.
"Biosolusi merupakan peluang penting bagi Indonesia untuk memanfaatkan kekayaan sumber daya hayatinya guna mendukung kemakmuran ekonomi, pelestarian lingkungan, dan ketahanan nasional," kata Teguh di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (29/10/2026).
Studi tersebut mencatat keunggulan biosolusi di Indonesia berada pada efek berganda terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor pendukung.
Setiap satu lapangan kerja baru yang tercipta di sektor biosolusi diperkirakan mampu memicu pembukaan 3,8 lapangan kerja tambahan di sektor lain, terutama pada rantai pasok pertanian dan sistem pangan.
Baca juga: Kalender Warige Disebut Hanya 35 Persen Cocok Saat El Nino dan La Nina
Angka efek berganda tersebut tercatat hampir 60 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata global, sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok lokal.
Selain mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas tinggi, biosolusi diidentifikasi dapat mempercepat diversifikasi energi, transformasi industri, penyerapan investasi, hingga penerapan prinsip ekonomi sirkular demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Country Manager Indonesia Novonesis, Yonny Setiady, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki modal kekayaan alam dan ambisi besar untuk mendominasi industri bioekonomi regional jika didukung regulasi yang tepat.
Baca juga: Setara Jawa, Beras Papua Barat Dipoles Jadi Produk Premium
"Di berbagai belahan dunia, biosolusi membantu negara-negara menghasilkan lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta mengurangi emisi," ujar Yonny.
Potensi besar Indonesia ini juga mendapat perhatian dari pemerintah Denmark. Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen, menyebutkan bahwa pemanfaatan inovasi berbasis hayati seperti teknologi enzim, fermentasi, dan bioteknologi telah terbukti menjadi mesin pertumbuhan ekonomi utama di negaranya.
Pemerintah optimistis kolaborasi lintas sektor antara regulator, pelaku industri, akademisi, dan mitra internasional dapat mengintegrasikan biosolusi ke dalam arah kebijakan pembangunan jangka panjang Indonesia.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.