Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – Tantangan produktivitas sektor pertanian modern tidak hanya berfokus pada pemupukan kimia makro, juga kesehatan biologi tanah di sekitar perakaran.
Menjawab tantangan tersebut, perusahaan teknologi pertanian Agri Technovation meluncurkan inovasi terbaru berupa prebiotik tanah bernama Release LPH.
Berbeda dari pendekatan probiotik yang memasukkan mikroorganisme hidup ke dalam tanah, yang sering kali gagal beradaptasi akibat kondisi lingkungan, produk ini bekerja sebagai prebiotik.
Baca juga: Pertanian Global di Ujung Tanduk: Tertekan Inflasi, AI Merajalela
Formulasi ini memberikan nutrisi spesifik untuk mengaktifkan dan memberi makan mikrobioma lokal yang sudah ada di dalam tanah.
Head of Products Technical Agri Technovation, Rochelle Thuynsma, menjelaskan, penggunaan probiotik tanah seperti bakteri Bacillus atau jamur Trichoderma sering menunjukkan hasil yang tidak konsisten di lapangan karena ketidakcocokan lingkungan.
"Prebiotik seperti Release LPH mengandung ekstrak rumput laut (ascophyllum nodosum, durvillaea potatorum, ecklonia maxima), serta asam organik dan asam amino. Nutrisi ini memicu pertumbuhan mikroba asli tanah, mempercepat pelepasan hara, serta merangsang pertumbuhan akar secara konsisten," terang Rochelle, dikutip Kompas.com, Minggu (1/11/2026).
Kandungan asam organik dan fraksi karbon alami dalam prebiotik ini memicu aktivitas enzim tanah, memobilisasi unsur hara seperti fosfor dan nitrogen, serta memperluas jangkuan bulu akar tanaman.
Dalam uji coba lapangan berstandar komersial yang dilakukan bekerja sama dengan Anasac, perusahaan agribisnis multinasional asal Cile, Release LPH menunjukkan hasil signifikan pada berbagai tanaman hortikultura dan buah-buahan.
Anggur, Jeruk, dan Lemon: Cakupan area perakaran meningkat dari 13,5 persen menjadi 20 persen pada anggur meja Sweet Globe, serta dari 10,9 persen menjadi 15,7 persen pada lemon Fino. Peningkatan ini setara dengan daya jelajah akar 45 hingga 50 persen lebih luas di dalam tanah.
Baca juga: Rahasia Klon Robusta Lampung: Pohon Tua Disulap Berbuah Lebat
Biomasa Mikroba & Rasio Jamur-Bakteri: Terjadi peningkatan signifikan pada karbon biomasa mikroba tanah serta rasio jamur banding bakteri pada tanaman anggur dan kemiri, yang menandakan efisiensi siklus hara tanah meningkat.
Bobot Akar & Kualitas Buah: Pada tanaman ceri Regina dan kacang walnut Chandler, pemberian dosis 15 Liter/hektar sebanyak empat kali dalam semusim meningkatkan konduktansi stomata, bobot akar, serta mendongkrak proporsi ukuran buah komersial yang lebih besar dan berbobot.
Aktivitas mikroba dan perluasan perakaran ini secara langsung memicu sintesis hormon sitokinin dari akar menuju tajuk tanaman.
Baca juga: Layanan Kesehatan Ternak Masih Minim, Ratusan Sapi di Manokwari Terserang Parasit
Dampaknya, proses fotosintesis berjalan lebih optimal, penyerapan air dan nutrisi meningkat, serta kualitas fisik buah seperti diameter, bobot tandan, dan kekerasan buah menjadi jauh lebih baik.
Inovasi teknologi prebiotik ini memberikan arah baru bagi efisiensi pemupukan dan keberlanjutan lahan pertanian, memastikan tanah tetap produktif sekaligus mendongkrak hasil panen para petani secara terukur.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.