Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Pupuk Biasa, Rahasia Prebiotik Ini Bikin Daya Jelajah Akar Melonjak 50 Persen

Kompas.com, 1 November 2026, 14:53 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Tantangan produktivitas sektor pertanian modern tidak hanya berfokus pada pemupukan kimia makro, juga kesehatan biologi tanah di sekitar perakaran.

Menjawab tantangan tersebut, perusahaan teknologi pertanian Agri Technovation meluncurkan inovasi terbaru berupa prebiotik tanah bernama Release LPH.

Berbeda dari pendekatan probiotik yang memasukkan mikroorganisme hidup ke dalam tanah, yang sering kali gagal beradaptasi akibat kondisi lingkungan, produk ini bekerja sebagai prebiotik.

Baca juga: Pertanian Global di Ujung Tanduk: Tertekan Inflasi, AI Merajalela

Formulasi ini memberikan nutrisi spesifik untuk mengaktifkan dan memberi makan mikrobioma lokal yang sudah ada di dalam tanah.

Head of Products Technical Agri Technovation, Rochelle Thuynsma, menjelaskan, penggunaan probiotik tanah seperti bakteri Bacillus atau jamur Trichoderma sering menunjukkan hasil yang tidak konsisten di lapangan karena ketidakcocokan lingkungan.

"Prebiotik seperti Release LPH mengandung ekstrak rumput laut (ascophyllum nodosum, durvillaea potatorum, ecklonia maxima), serta asam organik dan asam amino. Nutrisi ini memicu pertumbuhan mikroba asli tanah, mempercepat pelepasan hara, serta merangsang pertumbuhan akar secara konsisten," terang Rochelle, dikutip Kompas.com, Minggu (1/11/2026).

Kandungan asam organik dan fraksi karbon alami dalam prebiotik ini memicu aktivitas enzim tanah, memobilisasi unsur hara seperti fosfor dan nitrogen, serta memperluas jangkuan bulu akar tanaman.

Hasil uji coba: perluasan akar hingga 50 persen

Dalam uji coba lapangan berstandar komersial yang dilakukan bekerja sama dengan Anasac, perusahaan agribisnis multinasional asal Cile, Release LPH menunjukkan hasil signifikan pada berbagai tanaman hortikultura dan buah-buahan.

Anggur, Jeruk, dan Lemon: Cakupan area perakaran meningkat dari 13,5 persen menjadi 20 persen pada anggur meja Sweet Globe, serta dari 10,9 persen menjadi 15,7 persen pada lemon Fino. Peningkatan ini setara dengan daya jelajah akar 45 hingga 50 persen lebih luas di dalam tanah.

Baca juga: Rahasia Klon Robusta Lampung: Pohon Tua Disulap Berbuah Lebat

Biomasa Mikroba & Rasio Jamur-Bakteri: Terjadi peningkatan signifikan pada karbon biomasa mikroba tanah serta rasio jamur banding bakteri pada tanaman anggur dan kemiri, yang menandakan efisiensi siklus hara tanah meningkat.

Bobot Akar & Kualitas Buah: Pada tanaman ceri Regina dan kacang walnut Chandler, pemberian dosis 15 Liter/hektar sebanyak empat kali dalam semusim meningkatkan konduktansi stomata, bobot akar, serta mendongkrak proporsi ukuran buah komersial yang lebih besar dan berbobot.

Dampak pada hasil panen komersial

Aktivitas mikroba dan perluasan perakaran ini secara langsung memicu sintesis hormon sitokinin dari akar menuju tajuk tanaman.

Baca juga: Layanan Kesehatan Ternak Masih Minim, Ratusan Sapi di Manokwari Terserang Parasit

Dampaknya, proses fotosintesis berjalan lebih optimal, penyerapan air dan nutrisi meningkat, serta kualitas fisik buah seperti diameter, bobot tandan, dan kekerasan buah menjadi jauh lebih baik.

Inovasi teknologi prebiotik ini memberikan arah baru bagi efisiensi pemupukan dan keberlanjutan lahan pertanian, memastikan tanah tetap produktif sekaligus mendongkrak hasil panen para petani secara terukur.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Bukan Pupuk Biasa, Rahasia Prebiotik Ini Bikin Daya Jelajah Akar Melonjak 50 Persen
Bukan Pupuk Biasa, Rahasia Prebiotik Ini Bikin Daya Jelajah Akar Melonjak 50 Persen
Varietas Tanaman
Pertanian Global di Ujung Tanduk: Tertekan Inflasi, AI Merajalela
Pertanian Global di Ujung Tanduk: Tertekan Inflasi, AI Merajalela
Berita
Rahasia Klon Robusta Lampung: Pohon Tua 'Disulap' Berbuah Lebat
Rahasia Klon Robusta Lampung: Pohon Tua "Disulap" Berbuah Lebat
Varietas Tanaman
Pohon Teh Digergaji Demi Kebun Sayur, KDM Warning Kiamat Ekologis
Pohon Teh Digergaji Demi Kebun Sayur, KDM Warning Kiamat Ekologis
Berita
Layanan Kesehatan Ternak Masih Minim, Ratusan Sapi di Manokwari Terserang Parasit
Layanan Kesehatan Ternak Masih Minim, Ratusan Sapi di Manokwari Terserang Parasit
Berita
Kalahkan Ekspor Kopi, Biosolusi Diproyeksikan Sumbang Ekonomi Rp 36 Triliun
Kalahkan Ekspor Kopi, Biosolusi Diproyeksikan Sumbang Ekonomi Rp 36 Triliun
Varietas Tanaman
Beras Subsidi Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran Murka: Ini Amoral
Beras Subsidi Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran Murka: Ini Amoral
Berita
Kalender Warige Disebut Hanya 35 Persen Cocok Saat El Nino dan La Nina
Kalender Warige Disebut Hanya 35 Persen Cocok Saat El Nino dan La Nina
Berita
Golden Alisha, Melon Kuning yang Kian Populer dan Bisa Dipanen 3 Bulan
Golden Alisha, Melon Kuning yang Kian Populer dan Bisa Dipanen 3 Bulan
Varietas Tanaman
Setara Jawa, Beras Papua Barat Dipoles Jadi Produk Premium
Setara Jawa, Beras Papua Barat Dipoles Jadi Produk Premium
Varietas Tanaman
Petani Lebak Sulap Sawah Kering Jadi Ladang Sayur, Omzet Rp 15 Juta Per Bulan
Petani Lebak Sulap Sawah Kering Jadi Ladang Sayur, Omzet Rp 15 Juta Per Bulan
Varietas Tanaman
Petani Aceh Tamiang Panen Padi Pakai Perahu Karet di Tengah Banjir
Petani Aceh Tamiang Panen Padi Pakai Perahu Karet di Tengah Banjir
Berita
Pasok Sayuran Program MBG, Petani Transmigrasi Bangka Selatan Terjamin
Pasok Sayuran Program MBG, Petani Transmigrasi Bangka Selatan Terjamin
Berita
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Varietas Tanaman
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau