Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usia Panen Tanaman Wortel dan Cara Memanennya

Kompas.com, 21 September 2022, 19:27 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanaman wortel termasuk sayuran yang ditanam di dataran tinggi seperti daerah pegunungan yang memiliki suhu dingin dan lembap.

Kondisi lingkungan tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan produktivitas wortel. Sebaliknya, menanam wortel di tempat bersuhu tinggi atau panas dapat membuat umbinya tumbuh abnormal seperti menjadi kecil dan warnanya kusam atau pucat.

Baca juga: Cara Menanam Wortel di Dataran Rendah dari Benih Berkualitas

Wortel termasuk tanaman sepanjang tahun. Artinya, bisa ditanam pada musim kemarau maupun hujan.

Lantas, kapan waktu tepat memanen wortel dan bagaimana cara memanenya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Kapan umur panen wortel?

ilustrasi wortel lengkap dengan daunnya atau green wortel. PIXABAY/JILLWELLINGTON ilustrasi wortel lengkap dengan daunnya atau green wortel.

Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian Indonesia, Rabu (21/9/2022), tanaman wortel sudah bisa dipanen saat berumur tiga sampai empat bulan.

Selain umurnya, tanaman wortel yang siap panen akan menunjukan ciri-ciri fisik tertentu seperti daunnya mulai menguning. Namun, warna kuning yang ditimbulkan masih dalam keadaan wajar. Artinya, warna kuning tersebut bukan akibat serangan hama maupun penyakit.

Tanda lain, diameter umbi. Tanaman wortel yang sudah siap dipanen akan mempunyai umbi berukuran besar kurang-lebih dua sentimeter.

Baca juga: Cara Menanam Wortel dari Wortel, Pakai Air hingga Koran

Cara panen dan pascapanen wortel

Pemanenan wortel sebaiknya dilakukan pada pagi hari menggunakan alat bantu cangkul dan garpu pertanian.

Cara panen wortel dilakukan dengan mengangkat atau mencabut tanaman hingga ke akarnya. Setelah itu, tanaman wortel bisa memasuki tahapan pascapanen. Berikut beberapa tahapan pascapanen wortel yang penting dilakukan; 

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Tomat dan Wortel di Apartemen

1. Semua rumpun tanaman wortel yang sudah dipanen ditempatkan pada lokasi teduh.

2. Setelah itu, bersihkan umbi wortel dari tanah yang masih menempel. Cuci dengan air bersih dan tiriskan.

3. Lakukan seleksi dan klasifikasi agar bisa menentukan harga umbi wortel yang sesuai.

4. Simpan wortel berjajar di atas lantai yang sudah dialasi daun pisang atau ditempatkan pada rak atau digantung secara berjajar. Pastikan ruang penyimpanan teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung untuk menjaga kesegaran sayuran. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau