Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manfaat Air Cangkang Telur untuk Tanaman dan Cara Menggunakannya

Kompas.com, 16 Oktober 2022, 08:37 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada banyak cara menyuburkan tanaman dan tanah. Salah satunya dengan menggunakan air cangkang telur.

Dilansir Flourishing Plants, Minggu (16/10/2022), menambahkan air cangkang telur ke tanaman adalah cara yang bagus untuk menambah kalsium yang sangat dibutuhkan ke tanah. Saat direbus, cangkang telur melepaskan kalsium dalam bentuk larut ke dalam air.

Air cangkang telur dapat digunakan untuk menyiram tanaman karena menyediakan mineral kalsium dan asam amino bagi tanaman. Kalsium digunakan oleh tanaman untuk memperkuat batang dan daun sambil memberikan dukungan struktural untuk dinding sel.

Baca juga: Manfaat dan Cara Mengaplikasikan Trichoderma sp untuk Tanaman

Ilustrasi cangkang telur. PEXELS/MOBILE PHOTOGRAPHY Ilustrasi cangkang telur.

Cangkang telur memasok jumlah kalsium yang cukup menghasilkan pertumbuhan tanaman yang cepat dan sehat.

Manfaat air cangkang telur untuk tanaman

Berikut beberapa manfaat air cangkang telur untuk tanaman.

  • Kalsium membantu mengatur pH tanah asam
  • Sumber pupuk mineral yang ramah lingkungan untuk tanaman
  • Memungkinkan penggunaan kembali bahan limbah dari dapur
  • Menghemat biaya pembelian pupuk
  • Mencegah kerusakan yang terkait dengan aplikasi pupuk anorganik
  • Memperkuat batang dan daun sambil memberikan dukungan struktural dinding sel.

Baca juga: Cara Menanam Pohon Kelor yang Kaya Manfaat

Kandungan air cangkang telur

Mineral utama dari cangkang telur adalah kalsium yang berasal dari kalsium karbonat yang membentuk lapisan terluar keras dari telur yang dikenal sebagai cangkang telur.

Ilustrasi cangkang telur. PEXELS/KLAUS NIELSEN Ilustrasi cangkang telur.

Kalsium karbonat sebenarnya adalah bentuk kristal kalsium yang disusun sedemikian rupa sehingga lapisan telur cukup kuat untuk melindungi embrio halus di dalamnya.

Kalsium karbonat adalah zat yang umum ditemukan di batuan sebagai mineral kalsit dan aragonit dan merupakan komponen utama dari kulit telur, cangkang siput, kerang, dan mutiara.

Yang sebaiknya dilakukan saat membuat air cangkang telur untuk tanaman adalah mengambil wadah berisi air hujan untuk mendapatkan bentuk kalsium yang lebih larut (kalsium bikarbonat). Ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan bahwa kalsium dari telur dipindahkan ke dalam air.

Baca juga: Manfaat dan Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Kulit Nanas

Kalsium karbonat adalah produk yang sangat baik untuk meningkatkan pH tanah.

Sebagian besar tanaman tumbuh paling baik di tanah dengan pH antara 5,5 dan 6,5. Namun, ada beberapa tanaman yang menyukai tanah yang lebih basa.

Kalsium karbonat dapat disebarkan dan dimasukkan ke dalam tanah yang membutuhkan dosis alkalinitas.

Cara membuat air cangkang telur untuk tanaman

Anda mungkin perlu mengumpulkan beberapa cangkang telur setelah memasak untuk formula yang lebih kuat. Lebih banyak cangkang telur yang digunakan, maka akan lebih baik.

Baca juga: Manfaat Micin untuk Tanaman Cabai dan Cara Menggunakannya

Gunakan antara 8 sampai 12 cangkang telur, cuci dengan lembut di bawah air mengalir. Tempatkan cangkang telur yang sudah dicuci ke dalam panci.

Letakkan di atas api sedang dengan suhu 176 derajat celcius. Aduk setiap 10 sampai 15 menit, biarkan mendidih selama 30 sampai 45 menit.

Ilustrasi cangkang telur. PIXABAY/PUBLICDOMAINPICTURES Ilustrasi cangkang telur.

Saring residu yang tertinggal di atas air dan simpan air untuk tanaman.

Cara menggunakan air cangkang telur untuk tanaman

Air cangkang telur bisa efektif untuk semua tanaman karena menyediakan nutrisi penting untuk pertumbuhan tanaman. Namun, metode aplikasi akan berbeda tergantung pada jenis tanaman yang diterapkan.

Baca juga: Manfaat Kepala Ikan untuk Tanaman Jagung dan Cara Menggunakannya

Air cangkang telur dapat diterapkan dengan menggunakan salah satu dari tiga metode tergantung pada varietas tanaman. Untuk tanaman sukulen, Anda dapat menyemprotkannya.

Sementara itu, untuk tanaman dalam ruangan, aplikasikan dengan menyemprot, menyiram dari atas atau menyiram dari bawah tanaman. Adapun untuk tanaman di kebun, aplikasikan pada tanah menggunakan sprayer.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Varietas Tanaman
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Varietas Tanaman
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Varietas Tanaman
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Berita
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Berita
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Berita
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Berita
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Berita
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Berita
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Berita
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Berita
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Berita
Topang Ketahanan Pangan Nasional, Jatim Diguyur Bantuan Rp 3 Triliun
Topang Ketahanan Pangan Nasional, Jatim Diguyur Bantuan Rp 3 Triliun
Berita
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Varietas Tanaman
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau