Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mudah, Begini Cara Membuat Pupuk dari Garam Dapur

Kompas.com, 30 Oktober 2022, 15:20 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Garam dapur biasa dimanfaatkan sebagai bumbu dapur. Namun, ternyata dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman.

Garam Inggris atau garam epsom diketahui mengandung magnesium dan sulfur yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman. Dengan demikian, dapat menjadi alternatif pupuk yang murah dan mudah didapat.

Baca juga: Manfaat Micin untuk Tanaman Cabai dan Cara Menggunakannya 

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Minggu (30/10/2022), berikut sejumlah manfaat garam dapur bagi tanaman.

  1. Menetralkan tanah yang asam.
  2. Menyediakan unsur hara makro dan mikro yang diperlukan tanaman.
  3. Memperkaya mikroorganisme dalam tanah.
  4. Membantu proses dekomposisi.
  5. Menyuburkan tanah.
  6. Memperkuat daya tahan tanaman, sehingga tanaman tidak mudah terserang hama maupun patogen.
  7. Mencegah kerontokan pada bunga.
  8. Membuat buah lebih manis.
  9. Mencegah gugur daun.
  10. Mencegah penyakit akibat virus, bakteri, jamur, maupun mikroorganisme lain.
  11. Mengusir wereng pada padi. 

Baca juga: Jumlah Garam Epsom dalam Penggunaan 4,5 Liter Air pada Tanaman

Cara membuat pupuk dari garam dapur

Ilustrasi garam, garam dapur. FREEPIK/JCOMP Ilustrasi garam, garam dapur.

Melihat banyaknya manfaat dari garam dapur untuk tanaman, tak ada salahnya menggunakan bahan alami ini sebagai penyubur tanaman.

Selain manfaat yang beragam, cara membuat pupuk dari garam dapur ternyata tidak sulit. Setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan. Berikut ulasannya.

Baca juga: Manfaat Garam Epsom untuk Tanaman dan Cara Menggunakannya

Cara pertama

Langkah pertama membuat pupuk dari garam dapur adalah melarutkan satu kilogram garam ke dalam lima liter air, kemudian aduk sampai larut dalam air dan larutan garam menjadi pekat.

Untuk menggunakan pupuk ini, larutan garam sebanyak 50 mililiter dicampurkan ke dalam seliter air, kemudian aduk lagi sampai rata dan aplikasikan ke tanaman.  

Baca juga: Benarkah Garam Dapat Digunakan Mengusir Ular?

Cara kedua 

Selanjutnya, cara membuat pupuk dari garam dapur adalah melarutkan satu sendok teh garam kedalam seliter air, kemudian aduk sampai larut. Setelah itu, larutan garam dapur bisa segera diaplikasikan ke tanaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau