Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Rosella, Bunga yang Bermanfaat untuk Kesehatan

Kompas.com, 17 Desember 2022, 11:27 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Rosela adalah salah satu jenis tanaman obat yang bermanfaat untuk kesehatan. Manfaat tanaman rosella diantaranya, menurunkan panas tubuh, mampu menurunkan tekanan darah, dan dapat digunakan sebagai bahan antibakteri dan antiseptik.

Rosella memiliki batang yang berkayu dan berdaun hijau, serta berbunga merah cerah yang mengembang dengan indah. Bunga rosella biasanya tumbuh di ujung batang dan terbagi menjadi beberapa helai yang halus dan lembut.

Tanaman ini tumbuh dengan baik di daerah tropis dan subtropis. Cara menanam rosella mudah dan tidak berbeda dengan budidaya tanaman lainnya. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Sabtu (17/12/2022), berikut ini penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Cara Menanam Bunga Telang agar Tumbuh Subur dan Cepat Berbunga

Syarat tumbuh

Tanaman rosella, bunga rosellaShutterstock/Paosun Rt Tanaman rosella, bunga rosella

Tanaman rosella akan tumbuh dengan baik apabila ditanam pada lokasi yang tepat. Lokasi yang sesuai untuk menanam rosella yaitu pada ketinggian 300 sampai 1.000 meter diatas permukaan laut.

Kondisi tanah yang gembur dan memiliki banyak bahan organik sangat disukai tanaman ini. Sementara itu, curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhan rosella yaitu 180 mm setiap bulan.

Pengolahan lahan

Langkah awal yang harus dilakukan sebelum menanam rosella yaitu mempersiapkan lahan. Langkah persiapan lahan, sebagai berikut:

Baca juga: Cara Menanam Kapulaga yang Benar agar Bisa Panen Sepanjang Tahun

  1. Bersihkan lahan dari rumput liar dan benda lainnya yang mengganggu seperti batu dan ranting kayu
  2. Gemburkan lahan menggunakan cangkul.
  3. Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 80 sampai 100 cm, tinggi 30 hingga 50 cm, dan panjang mengikuti bentuk lahan
  4. Berikan pupuk kandang atau pupuk kompos sebagai pupuk dasar.
  5. Tunggu sekitar 7 hingga 10 hari sampai lahan siap.

Persiapan bibit

Rosella dapat ditanam langsung menggunakan biji yang dihasilkan dari buahnya. Biji tersebut lebih baik disemai terlebih dahulu pada polybag kecil. Bibit rosella siap dipindah ke lahan ketika sudah memiliki 4 sampai 5 helai daun. Tanaman siap ditanam pada lahan ketika sudah memiliki 4-5 helai daun.

Penanaman

Setelah pengolahan lahan dan persiapan bibit selesai, langkah berikutnya yaitu mulai penanaman. Adapun, cara menanam rosella seperti berikut:

  1. Buatlah lubang tanam pada bedengan sedalam 15 sampai 20 cm menggunakan tugal.
  2. Berikan jarak tanam antar lubang 2 sampai 3 meter.
  3. Masukan bibit rosela kedalam lubang tanam.
  4. Tutup lubang tanam menggunakan tanah.
  5. Lakukan pemeliharaan secara rutin.

Baca juga: Cara Menanam Rosemary, Bisa Dipanen Berulang Kali

Bunga rosellaPixabay/WonderfulBali Bunga rosella

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman rosela yang rutin, akan membuat pertumbuhan dan perkembangan tanaman rosela yang baik. Pemeliharaan tersebut meliputi: penyiraman, penyiangan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.

Pemanenan

Tanaman rosella mulai berbunga pada umur 2 sampai 3 bulan. Bunga tersebut dapat dipanen pada umur tanaman 4 sampai 5 bulan.

Ciri-ciri bunga yang sudah siap dipanen seperti warnanya yang sudah merah tua dan mekar sempurna. Cara panen rosella cukup mudah, hanya perlu dipetik menggunakan tangan ataupun gunting dari tangkai bunganya.

Itulah cara menanam rosella yang benar. Lakukan langkah-langkah di atas supaya tanaman rosella yang ditanam memiliki bunga yang melimpah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Panas Bumi Kamojang Sokong Dapur Petani
Varietas Tanaman
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Ubah Limbah Jagung Jadi Cuan, Dekranasda Sumbawa Gandeng BRIDA
Varietas Tanaman
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Varietas Tanaman
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Berita
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Karhutla Belum Usai, Lahan Hortikultura Palangka Raya Mulai Terdampak
Berita
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Swasembada Beras hingga Cabai, Stok Beras 4,5 Juta Ton
Berita
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Berita
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Bukan Lagi Milik Negara Maju, Smart Farming Bikin Petani Dunia Ketiga Cuan
Berita
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Perkuat Pangan Nasional, Kemenhut dan KSPL Dorong Potensi Perhutanan Sosial
Berita
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Tembus Rp 1.480 Triliun, Ini Rincian Dana Global Selamatkan Alam dari Kerusakan
Berita
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Amankan Pasokan Pupuk Nasional, RI Incar Tambang Fosfat di Aljazair
Berita
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Dari Kopi hingga Sawit, Cara PISAgro Cetak Perempuan Petani Mandiri Finansial
Berita
Topang Ketahanan Pangan Nasional, Jatim Diguyur Bantuan Rp 3 Triliun
Topang Ketahanan Pangan Nasional, Jatim Diguyur Bantuan Rp 3 Triliun
Berita
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Rendah Emisi, Green Rice Punya Banyak Keunggulan
Varietas Tanaman
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Pemerintah Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi dan Penghentian Deforestasi Pertanian
Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau