Penulis
Khususnya, dalam aspek ketahanan pangan, konservasi ekosistem daratan, serta penguatan kemitraan strategis.
Apresiasi mendalam turut disuarakan oleh Ketua Kelompok Tani Desa Kedisan, I Putu Yoga Wibawa.
Menurutnya, fasilitas RUBUHA dan kehadiran tyto alba menjadi jawaban atas keresahan petani selama ini.
"Program ini diyakini akan memberikan manfaat nyata dalam mengurangi serangan hama tikus, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem persawahan tanpa bergantung pada bahan kimia," tutur I Putu Yoga Wibawa.
Ia memastikan kelompok tani akan merawat fasilitas tersebut secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Lebih jauh, ia berharap langkah kecil dari Desa Kedisan ini dapat memantik inspirasi bagi desa-desa lain di Bali maupun Nusantara untuk merangkul praktik pertanian yang lebih berwawasan lingkungan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.