Penulis
BANDUNG, KOMPAS.com – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat menggelar panen perdana Program Penghijauan Lahan Kritis di Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penghijauan Lahan Kritis di tiga kabupaten Bandung, Bogor, dan Cianjur, yang dijalankan sejak 2024 hingga 2028.
Program tersebut ditujukan untuk mendukung komitmen Karbon Netral 2028 yang dicanangkan perseroan pada ulang tahun ke-15.
Dalam pelaksanaannya, SMI bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Jawa Barat dan Jaringan Kerja Ecovillage menggunakan pendekatan agroforestry.
Baca juga: Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Pendekatan ini menggabungkan fungsi pemulihan ekosistem dengan pengembangan potensi ekonomi warga setempat.
Pada 2024, program tersebut menargetkan 30 hektar lahan alokasi Dinas Kehutanan Jabar dengan total penanaman 27.000 bibit.
Memasuki tahun 2026, luasan lahan berkembang menjadi 42 hektar seiring masuknya partisipasi swadaya masyarakat di sekitar lokasi.
Khusus di Desa Cihawuk, luasan lahan yang dipulihkan bertambah dari 10 hektar pada 2024 menjadi 14,62 hektare pada 2026.
Luas lahan tambahan seluas 4,62 hektar dikelola secara mandiri oleh Kelompok Tani Mencil Lestari.
Baca juga: Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Komoditas yang ditanam mencakup jenis tanaman produktif dan kehutanan, seperti kopi, alpukat, jeruk limau, damar, eukaliptus, suren, dan cengkeh.
Sebanyak 9.000 pohon ditanam di Desa Cihawuk disertai pendampingan kelompok tani, penguatan pembibitan (nursery), pemeliharaan, hingga pemasaran produk pascapanen.
Selain menambah tutupan vegetasi, program ini mencatat kenaikan rata-rata pendapatan petani sebesar 66,6 persen serta memperluas keterlibatan warga dari 40 menjadi 69 petani.
Infrastruktur pendukung berupa akses jalan menuju Desa Cihawuk turut diperbaiki guna memperlancar mobilitas.
Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan SMI, Ramona Harimurti, menyampaikan bahwa pemulihan lahan kritis diarahkan agar keberadaan tanaman memberikan dampak berkelanjutan.
Baca juga: Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
"Bagi SMI, pemulihan lahan kritis bukan hanya tentang menanam dan menghijaukan kembali lahan, tetapi memastikan bahwa upaya tersebut terus tumbuh bersama masyarakat," kata Ramona dalam keterangannya, dikutip Kompas.com, Jumat (4/9/2026).