Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com — Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro) membidik potret besar sektor pertanian nasional dengan menargetkan adopsi skema kemitraan bagi 44 juta petani skala kecil (smallholders) di seluruh Indonesia.
Langkah ini menyusul capaian PISAgro yang telah mendampingi sekitar 2,8 juta petani lewat model inclusive closed loop (rantai pasok tertutup terintegrasi) selama 12 tahun terakhir.
Co-Chair PISAgro, Franky Oesman Widjaja, menuturkan, potensi puluhan juta petani kecil tersebut merupakan peluang besar yang dapat dioptimalkan melalui sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan industri pertanian.
Baca juga: PISAgro Tambah 300.000 Petani Mitra, Total Jangkauan 2,8 Juta Orang
"PISAgro kan sudah 12 tahun, baru 2,8 juta yang kita reach out. Nah, bagaimana kita bisa reach out lebih banyak lagi? Ada 44 juta petani kecil atau plasma yang perlu kita jangkau, bukan hanya di sawit, tetapi di berbagai komoditas," ujar Franky dalam acara diskusi bersama media di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Franky menilai, skema kemitraan yang mengintegrasikan petani dengan perusahaan pembeli siaga (offtaker), penyedia sarana produksi, serta lembaga pembiayaan perbankan perlu direplikasi secara meluas agar mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan secara nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Dewan Penasihat PISAgro Raoul Oberman menegaskan, keberadaan 44 juta petani kecil di Indonesia tidak seharusnya dilihat sebagai beban, melainkan sebagai potensi ekonomi yang sangat besar jika dikelola dengan tepat.
Berdasarkan pengamatannya di lapangan, rata-rata usia petani kecil di Indonesia saat ini berada di kisaran 55 hingga 60 tahun.
Kunci utama untuk menarik keterlibatan mereka terletak pada peningkatan kesejahteraan dan pendapatan harian keluarga.
Baca juga: Dulu Dibuang Sia-sia, Ikan Tangkapan Warga Transmigran Merauke Siap Tembus Pasar Nasional
"Banyak pihak menganggap 44 juta petani kecil itu sebagai masalah, tetapi kami di PISAgro melihatnya sebagai peluang yang sangat besar. Kuncinya adalah bicara dengan bahasa petani dan berfokus pada peningkatan pendapatan mereka," kata Raoul.
Ia mencontohkan, pendampingan pada petani kelapa sawit dalam program peremajaan sawit rakyat (PSR) terbukti mampu meningkatkan produktivitas hingga enam kali lipat dan melonjakkan pendapatan petani hingga tiga kali lipat dalam kurun waktu lima tahun.
Pendekatan serupa juga diterapkan pada komoditas lain seperti jagung, beras, dan kakao.
Guna mengejar target jangkauan yang lebih luas, PISAgro mengajak lebih banyak pelaku industri, asosiasi bisnis, dan pemerintah untuk bersama-sama menerapkan model kemitraan terintegrasi ini di seluruh daerah.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.