Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Pupuk dari Buah Busuk, Mudah Hanya 9 Langkah

Kompas.com, 16 Januari 2023, 17:37 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPOS.com - Saat memiliki buah yang busuk, mungkin kita akan langsung membuangnya. Padahal, buah busuk masih bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Buah-buahan mengandung air cukup tinggi, sehingga buah yang sudah busuk bisa diolah menjadi pupuk organik cair. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (16/1/2023), berikut ini cara membuat pupuk dari buah busuk untuk menyuburkan tanaman.

Bahan dan alat

Langkah awal yang perlu dilakukan sebelum membuat pupuk dari buah busuk yaitu menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan. Adapun beberapa alat dan bahan yang digunakan untuk membuat pupuk organik ini, seperti berikut:

Baca juga: Manfaat dan Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Kulit Nanas

  • Tong atau ember besar ukuran 50 liter.
  • Saringan.
  • Buah busuk sekitar 20 kg.
  • Air kelapa 10 liter.
  • Air cucian beras 5 liter.
  • EM4 dan gula merah.
  • Air bersih sebanyak 20 liter.

Ilustrasi menyemprotkan pupuk organik
SHUTTERSTOCK/TAWANROONG Ilustrasi menyemprotkan pupuk organik

Cara membuat pupuk dari buah busuk

Setelah semua bahan dan alat tersedia, langkah berikutnya yaitu membuat pupuk dari buah yang sudah busuk. Berikut penjelasan selengkapnya.

Baca juga: Begini Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Air Cucian Beras

  1. Cuci bersih buah yang akan digunakan untuk membuat pupuk. Tujuannya agar residu pestisida yang masih menempel hilang.
  2. Hancurkan buah tersebut, kemudian saring dan masukkan ke dalam ember.
  3. Kemudian, larutkan air dalam ember dan tambahkan air kelapa, air beras, gula merah, dan EM4.
  4. Aduk semua bahan sampai rata.
  5. Lalu, tutup ember dengan rapat dan diamkan selama 12 hingga 15 hari.
  6. Tempatkan ember pada tempat teduh agar tidak terkena cahaya matahari langsung maupun air hujan.
  7. Cek kondisi pupuk secara berkala sembari diaduk agar tidak terjadi endapan.
  8. Setelah 12 hingga 15 hari, pupuk cair sudah bisa digunakan. Ciri pupuk organik cair yang baik memiliki warna hitam dan beraroma tidak menyengat.
  9. Sebelum diaplikasikan, pupuk tersebut disaring terlebih dahulu untuk memisahkan ampas dan cairannya. Air dan ampas pupuk organik ini bisa diaplikasikan ke tanaman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau