Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Keunggulan Cocopeat, Media Tanam Organik dari Sabut Kelapa

Kompas.com - 20/08/2023, 08:25 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Cocopeat adalah media tanam organik yang dibuat dari serat tempurung kelapa. Serat tersebut dihaluskan hingga bisa menjadi media tanam pengganti tanah.

Cocopeat memiliki sifat mudah menyerap dan menyimpan air. Selain itu, cocopeat juga membuat sirkulasi udara lebih lancar karena pori-porinya besar.

Media tanam ini cocok digunakan dalam budidaya tanaman hidroponik. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Minggu (20/8/2023), cocopeat memiliki beberapa keunggulan. Berikut penjelasan selengkapnya.

Baca juga: Catat, Cara Membuat Cocopeat dengan Mudah

Keunggulan media tanam cocopeat

Kelebihan cocopeat yang menjadi ciri khas media tanam ini, antara lain;

  1. Teksturnya menyerupai tanah.
  2. Bisa menyerap air dengan baik.
  3. Ramah lingkungan.
  4. Tahan lama.
  5. Mudah dibuat.

Media tanam yang suburShutterstock/Cheng Wei Media tanam yang subur

Cara membuat cocopeat

Seperti yang sudah disebutkan bahwa cocopeat termasuk media tanam yang mudah dibuat. Cara membuat cocopeat diawali dengan mengumpulkan sabut kelapa terlebih dahulu.

Lalu, keringkan dan potong sabut kelapa agar ukuranya lebih kecil. Giling sabut kelapa tersebut, lalu pisahkan antara serbuk dan seratnya.

Serat tersebut kemudian diolah menjadi cocopeat. Sedangkan serbuknya dicuci dengan air untuk menghilangkan unsur kalium, natrium, dan klorida. Cocopeat yang sudah selesai dibuat bisa disimpan dalam wadah dan dipres agar lebih tahan lama.

Baca juga: Cara Membuat Media Tanam untuk Tanaman Buah Dalam Pot

Penggunaan cocopeat

Cocopeat biasanya digunakan sebagai media tanam campuran. Biasanya, dalam 1 pot terdapat 30 persen tanah, 30 persen kompos organik, 20 persen cocopeat, dan 20 persen serbuk kayu.

Semua bahan tersebut dicampur sampai merata dan masukkan ke dalam pot atau polybag untuk digunakan sebagai media tanam.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau