Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Langkah Menanam Durian Musang King Kaki Tiga agar Cepat Panen

Kompas.com, 30 Agustus 2022, 15:41 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Durian musang king adalah varietas durian unggulan. Tak heran, banyak orang yang mengembangkan dan menginovasikan tanaman ini.

Salah satu bentuk inovasi pada durian musang king dapat dilihat pada bagian bawah batang durian. Durian musang king hasil rekayasa genetik memiliki batang lurus dengan bagian bawah bercabang tiga, yang kemudian dikenal dengan istilah durian berkaki tiga.

Baca juga: Simak, Cara Merawat Pohon Durian agar Berbuah Lebat 

Durian musang king berkaki tiga memiliki perakaran lebih kuat dan cepat berbuah dibanding durian musang king berkaki satu. Selain itu, batang pohonnya juga lebih pendek sehingga bisa ditanam di halaman rumah.

Lalu, bagaimana cara menanamnya?

Melansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (30/8/2022), berikut cara menanam durian musang king berkaki tiga. 

Baca juga: 6 Tips Menanam Durian di Halaman Belakang Rumah

Cara menanam durian musang king kaki tiga

Ilustrasi tanaman durian, pohon durian. SHUTTERSTOCK/KOSOL PHUNJUI Ilustrasi tanaman durian, pohon durian.

Secara umum, cara menanam durian musang king kaki tiga tidak berbeda jauh dengan tata cara menanam durian jenis lain. Hal yang membedakannya adalah pada perlakuan bibit sebelum ditanam.

Saat hendak menanam bibit durian jenis ini, kakinya perlu direnggangkan agar kaki tersebut tidak saling bertabrakan dan bisa lebih cepat menyerap nutrisi di dalam tanah.

Adapun langkah-langkah menanam durian musang king ini seperti berikut.

Baca juga: Simak, Ini 4 Cara Memaksa Durian Cepat Berbuah 

Pertama, bersihkan terlebih dahulu lahan yang akan digunakan untuk menanam durian. Setelah itu, buat lubang tanam berukuran sekitar 50 x 50 x 50 cm untuk bibit berukuran satu meter.

Kemudian, beri pupuk kandang pada lubang tanam tersebut sebelum bibit ditanam dan biarkan pupuk selama satu sampai dua hari. 

Selain membuat lubang tanam, Anda juga perlu membuat jarak tanam sekitar 8 x 8 m atau 10 x 10 m. 

Baca juga: Gampang, Begini Cara Mencangkok Durian

Selanjutnya, masukan bibit ke lubang tanam tersebut, lalu tutup sampai akar durian tertutup tanah. Lakukan penyiraman secara rutin untuk menjaga kesegaran bibit.

Selain melakukan penyiraman, pemeliharaan yang perlu dilakukan adalah penyiangan dan pemangkasan. Penyiangan dilakukan untuk menekan populasi gulma yang tumbuh di sekitar tanaman durian.

Sementara itu, pemangkasan dilakukan untuk meremajakan tanaman. Setelah dua sampai tiga minggu, biasanya pohon durian akan tumbuh tunas baru.

Durian musang king berkaki tiga bisa dipanen saat berumur tiga sampai tahun setelah tanam. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau