Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Anggur di Halaman Rumah

Kompas.com, 3 September 2022, 09:10 WIB
Add on Google
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggur adalah salah satu buah populer di Indonesia. Buah anggur biasanya dikonsumsi langsung atau bisa juga diolah menjadi jus atau untuk bahan campuran makanan lainnya, serta juga bisa diolah menjadi kismis.

Buah anggur memiliki rasa manis dan sedikit asam. Bentuk buahnya bulat dan ada juga yang lonjong dengan warna yang bervariasi, seperti merah, ungu, dan hijau.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Sabtu (3/9/2022), buah anggur mengandung vitamin yang dapat mencegah terkena kanker dan juga penyakit lainnya. Selain itu juga bermanfaat sebagai anti radikal bebas.

Baca juga: Simak, Cara Menanam Anggur supaya Buahnya Banyak

Ilustrasi tanaman anggur. SHUTTERSTOCK/ILOVEHZ Ilustrasi tanaman anggur.

Cara menanam anggur bermacam-macam, baik menggunakan pot atau dirambatkan langsung di halaman rumah.

Berikut cara menanam anggur di halaman rumah untuk dinikmati langsung buah hasil panennya.

1. Stek batang anggur

Pastikan panjang stek batang mencapai sekitar 20 cm. Batang terdiri dari dua sampai tiga ruas yang diambil dari pohon induk yang sudah berumur diatas satu tahun.

Bentuk batang bulat berdiameter sekitar 1 cm. Kulitnya berwarna cokelat muda dan cerah dengan bagian bawah kulit berwarna hijau, berair, dan bebas dari noda-noda hitam.

Baca juga: Cara Menanam Anggur di Pot, Tidak Perlu Lahan Luas

Mata tunas yang sehat berukuran besar dan tampak padat, sedangkan mata tunas yang tidak sehat ukurannya kecil dan ujungnya tampak memutih seperti kapuk.

Untuk menyemai bibit stek anggur, sediakan polybag sesuai jumlah bibit stek anggur. Sediakan pula media tanam dari campuran tanah, trichokompos, dan pasir dengan perbandingan 2 : 1: 1.

Masukkan media tanam ke dalam polybag.Tancapkan stek batang anggur ke dalam polybag.

Ilustrasi tanaman anggur.SHUTTERSTOCK/TAKE PHOTO Ilustrasi tanaman anggur.

Siram dengan larutan Trichoderma, air, dan hormon organik.

Baca juga: Cara Budidaya Anggur agar Cepat Berbuah

Letakkan polybag di tempat teduh hinnga tumbuh tunas dan akar. Jangan lupa menyiram tanaman setiap sore dengan air.

Jika sudah tumbuh dua daun penuh, bibit stek anggur siap untuk dipindahkan ke lubang tanam.

2. Penanaman

Pertama-tama, masukkan seluruh media tanam berupa campuran tanah, pasir, dan  pupuk Trichokompos dengan perbandingan 1:1:1 ke dalam pot hingga terisi penuh.

Lanjutkan dengan menanamkan bibit stek anggur siap tanam yang telah disiapkan pada bagian tengah-tengah pot. Siramlah hingga seluruh media dalam pot basah atau lembap.

Baca juga: Cara Menanam Pohon Pisang agar Cepat Berbuah

Kemudian, buatlah para-para dari kawat besi dengan cara membuatnya seperti jaring-jaring kotak melingkari sisi pot. Lalu, siramkan Trichoderma di sekeliling pot supaya tidak ada jamur yang menggangu pertumbuhan stek.

Setelah usia tanaman di dalam pot mencapai kurang lebih satu bulan, maka berikan pupuk urea atau pupuk NPK seimbang sebanyak satu sendok makan yang dicampur air sekitar 1 liter. Kemudian disiramkan di sekeliling tanaman. Proses pemupukan dijadwalkan setiap 15 hari sekali.

Ketika batang primer dan cabang-cabang sekunder telah melampaui tinggi para-para, maka lakukan pemangkasan dengan menggunakan gunting potong tanaman. Lakukan secara rutin ketika tanaman dalam kondisi yang telah disebutkan tersebut.

3. Pembuahan tanaman anggur

Pada umur sembilan bulan, tanaman anggur dalam pot sudah bisa dibuahkan untuk pertama kali. Namun hasil pembuahan ini bisa berpengaruh kurang baik terhadap tanaman, karena umurnya masih terlalu muda dan kondisinya belum begitu kuat.

Ilustrasi tanaman anggur.UNSPLASH/AMOS BAR-ZEEV Ilustrasi tanaman anggur.

Saat yang paling tepat adalah setelah tanaman berumur lebih dari satu tahun, agar pertumbuhan akar, cabang, ranting dan daunnya berkembang lebih sempurna, sehingga tanaman tumbuh lebih kuat dan kondisinya memadai untuk berbuah.

Seandainya belum sampai setahun tanaman sudah mengeluarkan bunga dan berbuah, bunga dan buah itu dipetik saja sebelum terlanjur berkembang besar.

Dengan demikian, zat makanan dalam tubuh tanaman bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk pertumbuhan vegetatif berikutnya.

Baca juga: Cara Menanam Alpukat Aligator agar Panen Setiap Saat

Tanaman anggur dalam pot bisa dibuahkan dua kali setahun. Bisa juga tanaman itu dibuahkan tiga kali setahun, namun akibatnya pertumbuhan tanaman bisa tidak sehat nantinya.

Tanaman anggur yang sudah cukup dewasa bisa berbuah dengan baik kalau cabangnya dipangkas dan daun-daunnya dirompes.

Semua cabang sekunder dipangkas dan semua daunnya dirompes habis menggunakan gunting, sehingga akhirnya hanya tampat batang pokok, cabang-cabang primer dan cabang-cabang sekunder yang berbentuk pendek-pendek seperti taji.

Dari cabang sekunder yang terpangkas itulah nantinya akan tumbuh tunas baru, yang akhirnya akan membesar jadi cabang tersier.

Baca juga: Cara Menanam Tomat agar Berbuah Banyak dan Berkualitas

Dua minggu setelah pemangkasan dan perompesan, akan tumbuh ranting baru yang berdaun dan bersulur. Sulurnya itu umumnya tumbuh dekat mata tangkai daun yang ketiga, keempat dan kelima.

Peliharalah satu sulur yang paling besar dan sehat pertumbuhannya. Dari ranting yang bersulur inilah akan tumbuh malai bunga, yang nantinya akan berkembang menjadi buah.

4. Pemangkasan untuk mengatur pertumbuhan

Pertumbuhan daun yang baik merupakan pertanda bahwa akar juga berkembang dengan baik.

ilustrasi anggur. PEXELS/KAI CHIEH CHAN ilustrasi anggur.

Tanaman anggur dalam pot dibiarkan dulu tumbuh sampai berumur di atas enam bulan. Penanganan yang dikerjakan adalah mengatur pertumbuhan tanaman untuk dasar pembentukan tanaman nantinya, terutama pembentukan batang pokok, cabang primer dan sekunder.

Baca juga: 8 Langkah Menanam Durian Musang King Kaki Tiga agar Cepat Panen

Pembentukan itu dilakukan dengan mengarahkan dan merambatkan cabang tanaman pada rambatan yang telah disediakan.

Bila ternyata sampai umur enam  bulan pertumbuhannya bagus, yakni cepat besar dan rimbun, pemangkasan pertama untuk membangun bentuk tanaman boleh segera dikerjakan.

Akan tetapi, jika pertumbuhan tanaman masih kurang baik, perlakuan pemangkasan bentuk itu sebaiknya ditunda.

Diupayakan agar pertumbuhan tanaman menjadi baik dahulu. Bila langsung dipangkas, tanaman bisa mengalami syok dan terhenti pertumbuhannya.

Baca juga: Cara Menanam Semangka yang Benar, dari Pratanam sampai Panen

Tanaman yang tumbuh baik ditandai dengan banyaknya percabangan pada batang. Batang dan cabang tampak kokoh, daun-daunnya rimbun menghijau.

Pemangkasan pertama lazim disebut pemangkasan bentuk. Pemangkasan itu bermanfaat untuk mengatur pertumbuhan tanaman, agar bentuk pohonnya sesuai dengan selera.

Untuk mendapatkan pertumbuhan vegetatif yang subur, cabang atau ranting yang dipangkas adalah yang berada di atas mata tunas yang berbentuk runcing. Pemangkasan kedua dan selanjutnya disebut pemangkasan perawatan.

Pemangkasan perawatan bertujuan agar tanaman bisa cepat berbunga dan berbuah. Cabang atau ranting yang dipangkas adalah cabang di atas mata tunas yang berbentuk bundar atau tumpul.

Ilustrasi tanaman anggur, menanam anggur.PIXABAY/MONIKA Ilustrasi tanaman anggur, menanam anggur.

Pemangkasan perawatan ini juga berfungsi untuk mempertahankan bentuk tanaman yang dikehendaki sampai sering juga disebut pemangkasan bentuk.

Dengan pemangkasan itu peredaran udara di sekitar tubuh tanaman lancar, sinar matahari yang diterima tanaman cukup, sehingga lebih merangsang pertumbuhan selanjutnya.

Baca juga: Bagaimana Cara Menanam Buah Naga yang Benar? Ini Penjelasannya

5. Pemeliharaan buah

Tanaman anggur dalam pot yang sudah berbunga atau berbuah kecil-kecil jangan sampai terkena siraman hujan, lebih-lebih bila hujan turun lebat. Siraman air hujan bisa membuat bunga rusak atau buah anggur rontok.

Amankan dulu tanaman anggur dalam pot itu di tempat teduh, jika hujan yang bakal turun diperkirakan deras dan lebat. Setelah hujan berlalu, tanaman dalam pot bisa diangkat kembali dan ditaruh di tempat semula.

Agar butiran buah dalam dompolan itu besar-besar dan seragam ukurannya, sewaktu buah masih kecil dijarangkan. Sisakan dalam satu dompolan 40 sampai 50 persen dari jumlah butiran asalnya.

Penjarangan itu dilakukan ketika butiran buah sebesar biji kedelai, yaitu sekitar umur 1,5 bulan sejak tanaman dirompes dan dipangkas. Penjarangan buah yang kedua dilakukan setelah butirannya sebesar biji jagung, yaitu sebulan kemudian setelah penjarangan pertama.

Baca juga: 3 Langkah Menanam Strawberry di Dataran Rendah

Penjarangan kedua sifatnya hanya sebagai kontrol, jadi bila dianggap perlu membuang butiran buah yang tumbuhnya tidak normal, kecil, tidak sempurna bentuknya dan busuk.

Buah anggur dianggap masak pohon dan siap petik bila umurnya sudah 105 sampai 110 hari sejak tanaman dirompes, atau 90 hari sejak bunganya mekar. Buah yang sudah matang ditandai dengan adanya lapisan lilin atau pupur putih pada kulit buahnya, serta timbul aroma khas buah anggur.

Warna kulit buah anggur yang sudah matang ada yang kehitam-hitaman, merah kehitaman, kuning transparan atau kuning kehijauan, bergantung pada varietas anggur yang ditanam.

Buah anggur yang dipetik tapat pada waktunya, rasanya manis segar, karena sudah matang betul.

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Menanam Kacang Hijau di Sawah

6. Mencegah hama dan penyakit

Tanaman anggur dalam pot juga membutuhkan perlindungan dari ancaman hama dan penyakit, agar pertumbuhannya berlangsung normal dan sehat. Hama yang sering mengancam tanaman itu adalah belalang, ulat daun dan kumbang.

Semua serangga itu merusak tanaman dengan menggerek dan memakan daunnya. Adapun penyakitnya adalah penyakit jamur putih atau embun tepung dan jamur kuning Phakopshora vitis, bila udaranya terlalu lembap.

Serangan hama dan penyakit itu bisa dicegah, kalau perhatian kita terhadap kesehatan tanaman cukup baik. Serangan jamur dapat diatasi dengan menyemprotkan Trichoderma dengan dosis 2 sendok makan per liter air, dan untuk serangan hama gunakan ramuan pestisida nabati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau