Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jenis Tanaman Buah Cepat Panen, Apa Saja?

Kompas.com, 26 Maret 2023, 16:00 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Secara umum, tanaman buah terbagi menjadi dua jenis yaitu tanaman buah semusim dan tahunan. Tanaman buah semusim memiliki masa panen lebih cepat dibandingkan dengan jenis tanaman tahunan.

Beberapa jenis tanaman buah cepat panen, antara lain; melon, semangka, blewah, dan strawberry. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Melon

Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Minggu (26/3/2023), melon merupakan tanaman dari suku timun-timunan. Melon merupakan tanaman yang tumbuh menjalar di permukaan tanah.

Baca juga: Tips Memilih Melon yang Matang dan Manis

Ilustrasi buah melon.PIXABAY/CONGERDESIGN Ilustrasi buah melon.

Tanaman melon akan tumbuh dengan baik pada dataran rendah dengan suhu antara 25 sampai 30 derajat Celcius dan curah hujan 1500 sampai 2500 mm/tahun. Tanaman buah ini cukup mudah dibudidayakan dan masa panennya juga relatif cepat.

Umumnya, tanaman melon bisa dipanen setelah berumur 3 bulan. Ciri tanaman melon yang siap panen yaitu pada bagian kulit buahnya memiliki jala, warna kulitnya hijau kekuningan, dan memiliki aroma khas yang tajam.

2. Semangka

Masih satu kerabat dengan melon, semangka juga termasuk jenis tanaman buah cepat panen. Tanaman ini sangat cocok ditanam di daerah dengan curah hujan 40 sampai 50 mm/bulan dan suhu 25 hingga 30 derajat Celcius.

Semangka bisa ditanam di dataran rendah maupun tinggi. Namun, tanaman semangka akan tumbuh dengan maksimal pada ketinggian 300 meter di atas permukaan laut.

Baca juga: Cara Budidaya Semangka agar Buahnya Besar dan Manis

Tanaman semangka juga memiliki masa panen yang relatif singkat sekitar 27 hingga 30 hari setelah penyerbukan. Buah semangka yang siap panen biasanya memiliki warna dan tekstur kulit yang bersih, jelas, dan mengkilap.

Buah semangka siap panen juga memiliki suara yang berat ketika diketuk. Cara panen semangka cukup dengan memotong tangkai buahnya menggunakan pisau atau gunting yang bersih.

3. Blewah

Ilustrasi buah blewah.SHUTTERSTOCK/HARISMOYO Ilustrasi buah blewah.

Blewah merupakan tanaman buah semusim yang masih satu keluarga dengan melon dan semangka. Tanaman blewah juga tumbuh menjalar.

Buah tanaman ini berbentuk bulat atau lonjong dengan kulit berlombang. Buah ini biasanya diolah menjadi minuman segar dan banyak diperjual belikan saat bulan Ramadhan.

Baca juga: Cara Menanam Blewah, Buah Populer yang Menyegarkan

Masa panen blewah relatif singkat yakni hanya sekitar 50 hingga 60 hari. Maka dari itu, apabila ingin mendapatkan keuntungan yang besar, sebaiknya menanam blewah 2 atau 2,5 bulan menjelang Ramadhan.

4. Strawberry

Buah lainnya yang bisa dipanen dalam waktu relatif singkat yaitu strawberry. Buah ini akan tumbuh dengan maksimal dan berbuah banyak, apabila ditanam di daerah dengan suhu rendah atau dingin.

Banyak yang menanam strawberry dengan sistem hidroponik karena pertumbuhannya lebih maksimal. Tanaman strawberry dapat dipanen setelah berumur 4 hingga 6 bulan atau tergantung pada pertumbuhan tanaman tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau