Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Lidah Metua, Tanaman Hias yang Mudah Dirawat

Kompas.com, 8 Mei 2023, 19:23 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Cara menanam lidah mertua ternyata tidak sulit. Tanaman hias satu ini memiliki ciri fisik daun keras, ujung meruncing, dan sukulen tegak.

Lidah mertua banyak ditemukan di Asia dan Afrika, sehingga tidak heran jika sangat mudah menemukan tanaman ini di Indonesia.

Meski cara menanam dan perawatannya sangat mudah, masih ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan seperti berikut. Berikut ini cara menanam lidah mertua dengan mudah.

Baca juga: Cara Menanam Bambu Kuning untuk Menjadi Tanaman Hias di Rumah

1. Pemilihan pot

Pot yang dipilih harus disesuaikan dengan ukuran serta jenis lidah mertua yang hendak ditanam. Lidah mertua Sansevieria trifasciata laurentii merupakan jenis yang paling banyak di tanam di Indonesia.

Ilustrasi tanaman lidah mertua di teras rumah. PEXELS/LUIS ENRIQUE PRIETO MARIN Ilustrasi tanaman lidah mertua di teras rumah.

Jenis ini memiliki ciri khas warna hijau natural dengan warna garis kuning di bagian pinggirnya. Ukurannya cukup besar sehingga membutuhkan pot yang besar.

Kemudian ada Sansevieria hahnii, ukurannya mungil dan pendek. Selain itu, daunya tumbuh bertumpuk seperti kelopak bunga yang cantik sehingga cocok digunakan sebagai penghias ruangan. Jenis ini bisa menggunakan pot ukuran kecil hingga sedang.

Baca juga: Cara Menanam Aglaonema Hidroponik, Tanaman Hias Daun yang Indah

2. Media tanam

Media tanam lidah mertua dibedakan menjadi 2 yaitu lidah kucing yang membutuhkan cukup air dan varietas kering. Varietas lidah kucing menggunakan media tanam yang berasal dari campuran pasir malang, sekam bakar, dan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1:1.

Sedangkan untuk varietas kering seperti lidah mertua daun silindris menggunakan media tanam dari campuran pasir malang, sekam bakar, dan pupuk organik dengan perbandingan 2:1:1.

3. Pemilihan bibit

Langkah penanaman lidah mertua selanjutnya yaitu pemilihan bibit. Bibit ini bisa didapatkan dari tunas, stek daun, maupun stek pucuk. Berikut caranya :

Tunas

  • Pilih tanaman induk yang rimbun dan subur.
  • Keluarkan semua tanaman dari pot, kemudian bersihkan media tanam yang menempel.
  • Ambil tunas yang memiliki daun minimal 3 helai, potong beserta akarnya kemudian olesi bekas potongan tersebut dengan pestisida.
  • Setelah proses pemisahan selesai, masukkan tanaman induk ke pot yang baru.
  • Siapkan pot baru untuk menanam bibit, isi pot dengan media tanam hingga ¾ bagian, buat lubang tengahnya kemudian masukkan bibit.
  • Tambahkan sisa media tanam ke dalam pot lalu padatkan.
  • Siram dengan air hingga basah, kemudian letakkan di tempat teduh.

Ilustrasi menanam lidah mertua dengan media air. SHUTTERSTOCK/TIPPYTORTUE Ilustrasi menanam lidah mertua dengan media air.

Stek daun

  • Pilih daun dari indukan yang cukup besar.
  • Pilih daun yang paling tua dan tancapkan pada pot yang telah diisi dengan media tanam.
  • Cara stek daun untuk setiap jenis lidah mertua berbeda. Tanaman lidah mertua dengan karakteristik panjang dan keras dapat dipotong menjadi beberapa bagian dengan ukuran 10 cm. 
  • Sedangkan untuk daun yang berukuran kecil hanya bisa satu helai untuk satu stek saja.

Baca juga: Cara Stek Bunga Mawar agar Cepat Tumbuh

Stek pucuk

  • Stek pucuk dilakukan dengan memisahkan tunas yang baru tumbuh.
  • Pilih indukan yang memiliki minimal 12 helai daun dan cukup umur.
  • Pilih tunas yang memiliki 4 helai daun.
  • Potong bagian pucuk dengan pisau tajam dan perlahan, jangan sampai daun yang masih kuncup jadi terlepas satu sama lain.
  • Diamkan pucuk selama 2 hari ditempat yang bersih dan kering.
  • Setelah 2 hari, tanam pucuk ke media tanam, lalu siram air secukupnya.
  • Pindah ke tempat yang teduh.

4. Pemupukan

Proses ini dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan pupuk NPK. Sebanyak 1 sendok pupuk digunakan untuk pot berdiameter 15 cm. Sedangkan pupuk daun atau kompos bisa diberikan setiap 1 Minggu sekali.

5. Reporting tanaman

Lidah mertua merupakan tanaman yang berkembang biak dengan cara tunas. Jika perlu dilakukan pemisahan tunas dan pergantian pot secara berkala agar lidah mertua tidak terlihat penuh berdesakan.

Baca juga: Cara Repotting Tanaman Hias dengan Benar

Itulah tadi cara menanam lidah mertua dengan mudah. Selain cantik, lidah mertua juga bermanfaat sebagai aroma terapi, menyerap radiasi, dan membantu pengobatan Sick Building Syndrome sehingga cocok di tempatkan di dalam ruangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Secangkir Optimisme Teh Indonesia
Varietas Tanaman
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Ketika Pasar Dunia Menunggu Panen Indonesia
Varietas Tanaman
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Merawat Kopi dan Kakao Sumatera
Varietas Tanaman
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Durian Indonesia Tak Berdaya di Pasar Global
Varietas Tanaman
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Unggul dalam Pengelolaan Penyakit Jagung
Varietas Tanaman
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Singkong: Komoditas Strategis yang Terlupakan
Varietas Tanaman
China Ingin Swasembada Durian
China Ingin Swasembada Durian
Varietas Tanaman
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Ketika Petani Meninggalkan Karet: Sawit Dinilai Lebih Menjanjikan
Varietas Tanaman
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Pertanian Berkelanjutan, Tapi untuk Siapa?
Varietas Tanaman
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Satu Kebun, Berkali-kali Panen
Varietas Tanaman
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Membuka Peluang Ekonomi Pinang
Varietas Tanaman
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Jalan Bagi Kesejahteraan Petani Kopi
Varietas Tanaman
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Ketahanan Kopi Dimulai dari Kebunnya
Varietas Tanaman
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Menata Ulang Masa Depan Petani Lada
Varietas Tanaman
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Kedelai di Bawah Sawit: Peluang Mandiri Pangan di Dharmasraya
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau