Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Jenis Sayur yang Ditanam Saat Musim Kemarau

Kompas.com, 7 Juni 2023, 15:23 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Sayuran memerlukan penyinaran matahari untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Akan tetapi, sinar matahari yang terlalu terik bisa membuat sayuran mudah layu.

Maka dari itu, jenis sayuran yang ditanam perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat. Di musim kemarau seperti saat ini, pemilihan sayuran perlu lebih selektif.

Pasalnya, ada beberapa jenis sayur yang ternyata tidak cocok ditanam ketika musim kemarau. Mengutip dari situs Prodi Agribisnis, Universitas Medan Area, Rabu (7/6/2023), berikut ini beberapa jenis sayuran yang ditanam saat musim kemarau.

Baca juga: 7 Tanaman yang Tahan Kekeringan, Cocok Ditanam Saat Panas Ekstrem

1. Tomat

Tomat termasuk sayuran buah yang ternyata bisa ditanam di musim kemarau. Tanaman ini tidak memerlukan banyak air untuk tumbuh.

Ilustrasi menanam tomat, budidaya tomat dengan mulsa plastik. SHUTTERSTOCK/PIRUNPON Ilustrasi menanam tomat, budidaya tomat dengan mulsa plastik.

Akan tetapi, penyiraman tetap perlu dilakukan agar pertumbuhan dan produktivitasnya tetap maksimal. Selain itu, tanam juga tanaman pelindung di dekat tomat. Tujuannya agar tanaman tomat terlindungi dari paparan sinar matahari berlebih.

2. Timun

Jenis sayuran yang ditanam saat musim kemarau berikutnya yaitu timun. Tanaman ini cocok ditanam di daerah yang suhunya hangat cenderung panas. Timun juga akan menghasilkan buah yang baik dan mengandung banyak air, apabila ditanam di lahan kering dan bersuhu hangat.

Baca juga: Cara Menanam Timun di Musim Kemarau agar Tumbuh dengan Baik

3. Terong

Selain tomat dan timun, terong juga termasuk sayuran musim kemarau. tanaman ini bisa tumbuh dengan baik, meskipun jumlah air terbatas. Akan tetapi, Anda harus tetap menyiram air agar tanaman terong bisa berbuah dengan maksimal.

4. Labu

Labu juga cocok ditanam di area yang suhunya tinggi. Tak hanya cepat tumbuh, rasa labu yang dihasilkan juga sangat manis, dibandingkan dengan labu yang ditanam di daerah dingin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau