"Dulu diberikan insentif tanam durian, lalu dibuka pasarnya sampai ke Tiongkok. Bahkan sekarang pasokannya masih kekurangan karena tingginya permintaan," tutur Iftitah.
Pengalaman Tomini Raya dan pemanfaatan potensi ikan Merauke menjadi fondasi bagi paradigma baru kementerian dalam mengelola transmigrasi di Indonesia.
Pemerintah bertekad meninggalkan pola lama yang sering kali menempatkan warga terlebih dahulu di lokasi baru tanpa kepastian mata pencaharian yang matang.
"Di masa lalu, orang ditempatkan dulu baru dilihat peluang ekonominya. Sekarang tidak. Transmigrasi hari ini adalah mengidentifikasi potensi ekonominya terlebih dahulu, baru dilakukan penempatan," pungkas Iftitah.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.