Penulis
KOMPAS.com - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), bergerak memanfaatkan potensi lokal.
Kulit jagung yang selama ini sering berakhir jadi sampah pertanian kini dilirik untuk diolah menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi.
Selain limbah jagung, Dekranasda Sumbawa juga tengah meriset penggunaan pewarna alami untuk memperkuat karakter dan daya saing kain tenun khas Sumbawa.
Baca juga: Norwegia Suntik Bantuan, Tanjabtim Hijaukan 475 Hektar Hutan dan Benteng Pesisir
Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa Ida Fitria Syarafuddin Jarot menegaskan, pemanfaatan bahan lokal ini membutuhkan sentuhan penelitian dan teknologi tepat guna agar hasilnya konsisten dan siap bersaing di pasar modern.
"Kami ingin potensi lokal Sumbawa tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku, tetapi juga dikembangkan menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai tambah dan mampu bersaing," ujar Ida di Sumbawa, dikutip dari Antara, Sabtu (24/10/2026).
Langkah konkret ini diawali lewat konsultasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB di Mataram pada Jumat (23/10/2026).
Pertemuan tersebut didampingi langsung oleh Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa Dedy Heriwibowo.
Pengembangan pewarna alami menjadi salah satu fokus utama. Meski memiliki nilai jual tinggi dan ramah lingkungan, riset mendalam tetap diperlukan untuk menjaga konsistensi warna serta ketahanan hasil celupan pada kain tenun.
Baca juga: Kabar Baik Sektor Pangan, 87 Persen Lahan Baku Sawah Masuk Perlindungan LP2B
Di sisi lain, kulit jagung diolah menjadi berbagai produk kreatif seperti tas, aksesori, hingga hiasan dekoratif.
Inovasi ini diyakini mampu memperluas diversifikasi produk UMKM sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis limbah pertanian.
Rencana pengembangan kreasi lokal ini mendapat tanggapan positif dari pemerintah provinsi. Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi menyatakan kesiapannya untuk mendampingi para perajin melalui riset dan inovasi terapan.
Baca juga: Budidaya Perikanan Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan
Dukungan riset ini diharapkan dapat membantu perajin menguasai teknik pengolahan bahan baku yang tepat, meningkatkan standar kualitas produksi, serta merancang produk yang sesuai dengan selera pasar.
Lewat kolaborasi ini, limbah pertanian dan kekayaan alam Sumbawa diharapkan sanggup mendongkrak pendapatan warga sekaligus memperkuat taraf ekonomi perajin lokal.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.