Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertanian Global di Ujung Tanduk: Tertekan Inflasi, AI Merajalela

Kompas.com, 31 Oktober 2026, 22:46 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Industri pertanian dunia penuh ketidakpastian. Menghadapi tekanan inflasi biaya produksi, konflik geopolitik yang mengganggu rantai pasok global, hingga tren penurunan harga komoditas pascapuncak 2021–2022, para petani global mulai mengetatkan ikat pinggang dan mengubah secara radikal cara mereka mengambil keputusan bisnis.

Demikian laporan riset terbaru Global Farmer Insights 2026 edisi keempat yang dirilis lembaga konsultan manajemen dunia, McKinsey & Company.

Riset yang melibatkan 5,500 petani di 10 negara, termasuk Amerika Serikat, Brasil, India, China, hingga Eropa, ini memotret perubahan perilaku yang dinilai bakal mereset peta industri agribisnis global.

Baca juga: Rahasia Klon Robusta Lampung: Pohon Tua Disulap Berbuah Lebat

"Setiap musim tanam, petani membuat keputusan yang konsekuensinya bertahan berbulan-bulan atau bertahun-tahun: apa yang ditanam, input apa yang dipakai, teknologi apa yang dipercayai, hingga seberapa besar risiko yang siap diambil," tulis para penulis riset McKinsey, yang dipimpin oleh Senior Partners David Fiocco dan Owen Stockdale, serta Partners Tom Brennan dan Vasanth Ganesan, dikutip Kompas.com, Sabtu (31/10/2026).

"Tekanan terhadap sektor pertanian saat ini sangat tinggi, dan rantai pasok rapuh. Hal ini memengaruhi bagaimana petani mengelola risiko dan mengalokasikan modal yang kian terbatas," tegas McKinsey dalam riset resminya.

Efisiensi ketat dan pemangkasan

Menipisnya margin keuntungan memaksa para petani memprioritaskan imbal hasil investasi atau return on investment (ROI) jangka pendek.

Riset McKinsey menemukan bahwa pupuk dan bahan kimia pertanian menjadi pos utama yang pertama kali dipangkas petani demi mengamankan kas (cash flow).

Selain input kimia, pembeliaan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga menjadi korban penundaan masif.

Baca juga: Pohon Teh Digergaji Demi Kebun Sayur, KDM Warning Kiamat Ekologis

Sebanyak 16 persen petani menempatkan alsintan sebagai pos pertama yang dipangkas saat krisis, meski 36 percent berjanji akan meremajakan peralatan mereka begitu profitabilitas kembali membaik.

Sentimen belanja petani tertekan paling dalam di Argentina (anjlok 49 poin persentase), disusul Kanada (turun 29 poin), India (turun 28 poin), dan Brasil (turun 24 poin).

Disrupsi di Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga pupuk dan energi, ditambah ancaman iklim El Niño, kian memperkeruh kalkulasi bisnis di tingkat bawah.

Agronom dituntut independen

Salah satu temuan paling menohok dalam riset ini adalah pergeseran pola pengambilan keputusan petani dalam membeli produk atau teknologi pertanian.

Peran tenaga penjual (sales representative) dari perusahaan input agribisnis terus tergerus.

Secara global, pengaruh sales rep dalam keputusan pembelian petani merosot drastis hingga 11 poin persentase dibanding riset edisi 2024.

Petani kian enggan mengandalkan rekomendasi sales rep yang dinilai sarat bias kepentingan komersial.

Baca juga: Layanan Kesehatan Ternak Masih Minim, Ratusan Sapi di Manokwari Terserang Parasit

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Dunia Waspadai Krisis Pangan, Wamentan Operasikan Intelijen Pertanian
Dunia Waspadai Krisis Pangan, Wamentan Operasikan Intelijen Pertanian
Berita
Bukan Lagi Gulma Pengganggu, Eceng Gondok Disulap Jadi Solusi Pangan Keluarga
Bukan Lagi Gulma Pengganggu, Eceng Gondok Disulap Jadi Solusi Pangan Keluarga
Varietas Tanaman
Bukan Pupuk Biasa, Rahasia Prebiotik Ini Bikin Daya Jelajah Akar Melonjak 50 Persen
Bukan Pupuk Biasa, Rahasia Prebiotik Ini Bikin Daya Jelajah Akar Melonjak 50 Persen
Varietas Tanaman
Pertanian Global di Ujung Tanduk: Tertekan Inflasi, AI Merajalela
Pertanian Global di Ujung Tanduk: Tertekan Inflasi, AI Merajalela
Berita
Rahasia Klon Robusta Lampung: Pohon Tua 'Disulap' Berbuah Lebat
Rahasia Klon Robusta Lampung: Pohon Tua "Disulap" Berbuah Lebat
Varietas Tanaman
Pohon Teh Digergaji Demi Kebun Sayur, KDM Warning Kiamat Ekologis
Pohon Teh Digergaji Demi Kebun Sayur, KDM Warning Kiamat Ekologis
Berita
Layanan Kesehatan Ternak Masih Minim, Ratusan Sapi di Manokwari Terserang Parasit
Layanan Kesehatan Ternak Masih Minim, Ratusan Sapi di Manokwari Terserang Parasit
Berita
Kalahkan Ekspor Kopi, Biosolusi Diproyeksikan Sumbang Ekonomi Rp 36 Triliun
Kalahkan Ekspor Kopi, Biosolusi Diproyeksikan Sumbang Ekonomi Rp 36 Triliun
Varietas Tanaman
Beras Subsidi Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran Murka: Ini Amoral
Beras Subsidi Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran Murka: Ini Amoral
Berita
Kalender Warige Disebut Hanya 35 Persen Cocok Saat El Nino dan La Nina
Kalender Warige Disebut Hanya 35 Persen Cocok Saat El Nino dan La Nina
Berita
Golden Alisha, Melon Kuning yang Kian Populer dan Bisa Dipanen 3 Bulan
Golden Alisha, Melon Kuning yang Kian Populer dan Bisa Dipanen 3 Bulan
Varietas Tanaman
Setara Jawa, Beras Papua Barat Dipoles Jadi Produk Premium
Setara Jawa, Beras Papua Barat Dipoles Jadi Produk Premium
Varietas Tanaman
Petani Lebak Sulap Sawah Kering Jadi Ladang Sayur, Omzet Rp 15 Juta Per Bulan
Petani Lebak Sulap Sawah Kering Jadi Ladang Sayur, Omzet Rp 15 Juta Per Bulan
Varietas Tanaman
Petani Aceh Tamiang Panen Padi Pakai Perahu Karet di Tengah Banjir
Petani Aceh Tamiang Panen Padi Pakai Perahu Karet di Tengah Banjir
Berita
Pasok Sayuran Program MBG, Petani Transmigrasi Bangka Selatan Terjamin
Pasok Sayuran Program MBG, Petani Transmigrasi Bangka Selatan Terjamin
Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau