Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Kencur yang Benar agar Hasilnya Melimpah

Kompas.com, 10 September 2022, 15:55 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanaman kencur sudah lama di kenal oleh masyarakat Indonesia sebagai tanaman obat. Tak hanya itu, kencur juga sering dijadikan bumbu pada masakan.

Cara menanam kencur terbilang cukup mudah. Kencur dapat tumbuh di berbagai kondisi lahan, bahkan di bawah tegakan pohon. Hal ini dapat memaksimalkan potensi lahan yang ada.

Lahan yang cocok untuk menanam kencur yaitu lahan yang tanahnya berwarna hitam dan sedikit berpasir dengan keasaman tanah 6-7. Musim yang paling baik untuk menanam kencur yaitu musim penghujan.

Baca juga: Cara Menanam Kencur di Polybag, Bisa Dilakukan di Halaman Rumah

Pasalnya, ketersediaan air dapat membuat umbi melimpah. Menurut keterangan di Cybext Kementerian Pertanian, berikut cara menanam kencur yang baik dan benar.

Warga menggarap ladang untuk menanam kencur di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (16/8/2015). Warga mengaku gagal panen padi akibat sungai untuk irigasi mengalami kekeringan sejak tiga bulan lalu. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKRISTIANTO PURNOMO Warga menggarap ladang untuk menanam kencur di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (16/8/2015). Warga mengaku gagal panen padi akibat sungai untuk irigasi mengalami kekeringan sejak tiga bulan lalu. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Proses pembenihan

Langkah awal sebelum menanam kencur yaitu memilih bibit kencur yang baik. Bibit kencur yang baik berasal dari rimpang yang sudah tua dan masih terlihat segar.

Benih disimpan pada tempat yang sedikit gelap dan kering. Simpan rimpang tersebut dalam waktu 1-2 minggu sebelum tanam.

Pertumbuhan rimpang membutuhkan kelembapan dan air yang cukup, sehingga kencur sangat cocok di tanam pada awal musim hujan.

Baca juga: Cara Membuat Fungisida Alami dari Jahe, Kunyit, Lengkuas, dan Kencur

Pengolahan lahan

Lahan yang akan ditanami bibit kencur harus diolah terlebih dahulu. Penggemburan lahan bertujuan agar bibit dapat tumbuh dengan baik pada awal tanam.

Lahan dapat diolah menggunakan cangkul maupun traktor. Lahan diolah sedalam 5-10 cm.

Kemudian, buat bedengan setinggi 30 - 50 cm, untuk menghindari genangan air. Setelah itu, beri pupuk dasar diberikan setelah olah tanah dilakukan menggunakan pupuk kandang 6-10 ton/ha.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau