Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak. Cara agar Tanaman Kelengkeng Cepat Berbuah

Kompas.com, 10 Desember 2022, 09:48 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelengkeng merupakan buah yang banyak disukai. Sayangnya, salah satu kendala dalam budidaya kelengkeng yaitu sulitnya tanaman ini untuk berbuah.

Permasalahan tersebut muncul karena tanaman ini sebenarnya berasal dari wilayah subtropika. Suhu rendah sangat mempengaruhi proses pembungaan tanaman ini.

Sementara itu, Indonesia merupakan negara tropis yang suhunya relatif tinggi. Oleh karena itu, budidaya buah kelengkeng sebaiknya dilakukan di daerah yang memiliki suhu rendah minimal 2 bulan saat musim kemarau.

Baca juga: Catat, Ini Cara Pemangkasan Pohon Kelengkeng agar Cepat Berbuah

Daerah di Indonesia yang cocok untuk menanam kelengkeng yaitu Temanggung, Ambarawa, dan Batu. Selain menanam kelengkeng pada tempat yang tepat, ada juga upaya lain yang bisa dilakukan agar kelengkeng cepat berbuah.

Ilustrasi pohon kelengkeng, buah kelengkeng. PIXABAY/HUYNH VU LAM Ilustrasi pohon kelengkeng, buah kelengkeng.

Dilansir dari situs Balitjestro Kementerian Pertanian, Sabtu (10/12/2022), berikut cara agar kelengkeng cepat berbuah.

Perlakukan fisik

Cara alami agar kelengkeng cepat berbuah bisa dilakukan dengan mengerat atau mengupas kambium batang utama. Cara ini cukup mudah dan mudah, akan tetapi tingkat keberhasilannya kurang terukur.

Baca juga: Pahami Cara Menanam Kelengkeng yang Benar agar Buahnya Banyak

Perlakukan kimia

Cara lain agar tanaman kelengkeng cepat berbuah yaitu dengan memberikan bahan kimia yang berfungsi sebagai penginduksi. Tingkat keberhasilan dengan metode ini diketahui lebih tinggi dan terukur.

Pemberian zat kimia tersebut bisa dilakukan dengan tiga metode, antara lain;

  • Disiram ke tanah di bawah kanopi atau area perakaran.
  • Disemprotkan ke daun.
  • Disuntikkan ke batang utama atau akar pohon. Cara ini bisa dilakukan pada tanaman kelengkeng yang sudah besar dan tidak memungkinkan untuk disiram atau disemprot.

Itulah dua cara agar kelengkeng cepat berbuah. Anda bisa mencoba salah satu dari kedua cara tersebut yang dinilai paling mudah untuk dilakukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau