Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mudah, Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Jantung Pisang

Kompas.com, 6 Februari 2023, 11:58 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Jantung pisang merupakan bagian tanaman pisang yang muncul saat pohon pisang berbuah. Jantung pisang nantinya dibuang agar pertumbuhan buah pisang maksimal.

Biasanya, jantung pisang diolah menjadi makanan yang lezat. Selain bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan, jantung pisang juga bisa menjadi bahan pembuatan pupuk organik cair (POC).

Kandungan nutrisi pada jantung pisang dapat diberikan pada tanaman dewasa atau sudah memasuki fase generatif. Unsur hara dalam jantung pisang, antara lain; fosfor, kalium, kalsium, magnesium, tembaga, hingga besi.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Telur Keong Mas

Selain mengandung banyak unsur hara, cara membuat pupuk organik cair dari jantung pisang juga cukup mudah. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (6/2/2023), berikut penjelasan selengkapnya.

Bahan dan alat untuk membuat POC dari jantung pisang

Ilustrasi jantung pisang. PIXABAY/MINKA2507 Ilustrasi jantung pisang.

Bahan yang diperlukan untuk membuat POC dari jantung pisang sebenarnya hanya dua jenis yakni jantung pisang dan gula merah dengan perbandingan 1:1. Sementara itu, alat yang diperlukan hanya wadah atau tempat penyimpanan.

Cara membuat pupuk organik cair jantung pisang

Setelah semua bahan dan alat tersedia, langkah berikutnya yaitu pembuatan POC dari jantung pisang. Adapun langkah-langkah pembuatan pupuk organik ini, seperti berikut:

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Jerami Padi dan Cangkang Telur

  1. Jantung pisang diambil pagi hari ketika masih berembun. Tujuannya agar jenis mikroba baik masih menempel pada jantung pisang tersebut
  2. Setelah itu, potong jantung pisang sampai ukurannya kecil, lalu campurkan dengan gula merah. Masukkan sekitar ¾ gula merah dalam jantung pisang yang sudah berukuran kecil.
  3. Sisakan ¼ bagian yang akan diletakkan di atas campuran gula dan jantung pisang sebagai lapisan atas.
  4. Kemudian, aduk dan remah bahan-bahan tersebut sampai rata dan gula merah mulai mencair.
  5. Masukkan campuran bahan tersebut ke dalam wadah penyimpanan dan pada bagian atas ditaburkan kembali sisa gula merah.
  6. Tutup wadah sampai tertutup rapat dan simpan di tempat gelap selama 5 sampai 7 hari.
  7. Saat aroma POC sudah menyerupai aroma tapai, maka pupuk organik tersebut sudah bisa diaplikasikan.

Baca juga: Begini Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Air Cucian Beras

Cara aplikasi POC dari jantung pisang

Pupuk organik cair dari jantung pisang perlu dilarutkan terlebih dahulu dalam air dengan perbandingan 1:500. Setelah itu, aplikasikan ke tanaman pada pagi atau sore hari. Pemberian pupuk dilakukan dengan cara disiram ke media tanam atau disemprotkan ke bagian batang maupun daun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau