Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Bawang Daun di Polybag, Cocok untuk Lahan Sempit

Kompas.com, 11 Februari 2023, 14:19 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bawang daun merupakan tanaman sayur dari kelompok bawang-bawangan. Sesuai dengan namanya, bagian yang dipanen dari tanaman ini yaitu daunnya.

Sama halnya dengan tanaman bawang lainnya, bawang daun juga bisa ditanam dalam polybag atau pot. Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Sabtu (11//2/2023), berikut cara menanam bawang daun di polybag dengan benar.

1. Memilih bibit bawang daun

Cara mendapatkan bibit bawang daun yang cukup mudah yaitu dengan menggunakan anak tanaman induk. Tanaman induk yang dipilih yaitu tanaman yang pertumbuhannya normal dan produktivitasnya optimal.

Baca juga: Simak, Ini Cara Menanam Daun Bawang di Rumah

Adapun cara menyiapkan bibit dari bawang daun, seperti berikut:

  • Pilih tanaman induk yang sehat dan sudah berumur 2,5 bulan.
  • Setelah itu, pisahkan antara tanaman induk dengan anaknya.
  • Rumpun yang sudah dipisahkan bisa langsung ditanam pada media semai. Akan tetapi, jika tidak segera ditanam bisa disimpan terlebih dahulu.

2. Menyiapkan media tanam dalam polybag

Ilustrasi daun bawang, menanam daun bawang.SHUTTERSTOCK/KARPOVKOTTT Ilustrasi daun bawang, menanam daun bawang.

Penanaman sayuran dalam polybag bisa menjadi solusi budidaya tanaman di lahan sempit. Salah satu langkah budidaya bawang daun dalam polybag yaitu menyiapkan media tanam.

Adapun langkah menyiapkan media tanam, seperti berikut:

Baca juga: Cara Tanam Bawang Daun, dari Memilih Benih hingga Pascapanen

  • Siapkan polybag ukuran 2 sampai 3 kg.
  • Campurkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1.
  • Setelah itu, isi polybag dengan media tanam.
  • Buat lubang tanam dan tempatkan polybag berisi media tanam di area yang terkena sinar matahari langsung.

3. Penanaman dan perawatan tanaman

Cara menanam bawang daun di polybag cukup dengan meletakkan bibit ke dalam lubang tanam yang sudah dibuat. Setelah itu, tutup lubang tanam dengan media tanam sembari ditekan.

Setelah ditanam, lakukan perawatan dengan rutin menyiram agar media tanam tetap lembap. Selain itu, lakukan juga pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) berupa hama, penyakit, maupun gulma.

Baca juga: Mengapa Daun Bawang Merah Menguning? Penyebab dan Solusinya

Cara pengendaliannya bisa dengan menyemprotkan pestisida nabati sesuai dengan jenis OPT yang yang menyerang.

4. Panen

Tahapan terakhir dalam budidaya bawang daun yaitu pemanenan. Bawang daun yang siap panen bisa dilakukan saat tanaman berumur 2,5 bulan. Cara panennya yaitu dengan memotong daun bawang atau mencabut tanaman sampai ke akarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau