Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Pupuk Alami untuk Cabai Rawit agar Berbuah Lebat

Kompas.com, 21 Agustus 2022, 16:00 WIB
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemupukan menjadi bagian penting dalam budi daya cabai rawit. Salah satu jenis pupuk yang dapat digunakan adalah pupuk alami atau organik.

Pupuk alami untuk cabai rawit memiliki kandungan unsur hara yang berguna sebagai penunjang pertumbuhan tanaman.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Organik Cair untuk Merangsang Bunga dan Buah

Tak hanya itu, cara membuat pupuk alami untuk cabe rawit agar berbuah lebat juga mudah. Siapa saja bisa membuat dan mengaplikasikan pupuk tersebut tanpa perlu keahlian khusus.

Jenis pupuk alami pun sangat beragam dan jenis pupuk yang cukup sering digunakan adalah kompos dan pupuk organik cair (POC). 

Mengutip dari Journal of Enviroment and Management 2(1), Minggu (21/8/2022), kompos berguna memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan meningkatkan kemampuan tanah untuk menjaga kandungan air.

Sementara itu, POC mengandung berbagai mineral dan zat esensial yang diperlukan tanah dan tanaman. Selain itu, POC juga mengandung hormon yang menunjang pertumbuhan tanaman.

Lantas, bagaimana cara membuat pupuk alami untuk cabai rawit agar berbuah lebat dari kompos dan POC? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini. 

Baca juga: Mudah, Ini Cara Menanam Cabai Rawit di Polybag agar Berbuah Lebat

Cara membuat dan aplikasi kompos

Ilustrasi kompos untuk tanaman. UNSPLASH/NESLIHAN GUNAYDIN Ilustrasi kompos untuk tanaman.

Pembuatan kompos sebenarnya cukup mudah dan bahan-bahan yang digunakan mudah ditemukan. Berikut cara membuat kompos untuk cabai rawit.

1. Campurkan larutan EM4 200 ml, gula pasir 10 sendok makan, dan air 12 liter.

2. Campurkan kotoran sapi yang sudah dikeringkan dengan cara menganginkan sebanyak 300 kilogram (kg), dedak 10 kg, dan sekam 200 kg.

3. Siramkan larutan EM4 ke dalam bahan kering secara perlahan hingga kadar airnya 30-40 persen. Kandungan air bisa diketahui dengan menggenggam bahan kompos tersebut. 

Kandungan air yang sesuai ditandai dengan air tidak menetes saat digenggam dan mekar kembali saat genggaman dilepaskan. 

Baca juga: Simak, Cara Menanam Cabai Rawit di Polybag agar Cepat Berbuah

4. Tumpuk bahan hingga setinggi 15-20 cm, tapi dapat juga hingga 1,5 meter.

5. Setelah itu, tutup bahan kompos menggunakan karung goni atau terpal dan biarkan pupuk kompos selama tujuh sampai 14 hari.

6. Kompos yang sudah siap digunakan memiliki ciri-ciri seperti warna hitam, gembur, tidak panas, dan tidak berbau.

Kompos yang sudah terfermantasi dengan baik, bisa segera digunakan. Cara mengaplikasikan pupuk alami untuk cabe rawit agar berbuah lebat adalah mencampurkan ke dalam tanah, kemudian inkubasi selama seminggu sebelum bibit cabai rawit ditanam.

Baca juga: Tidak Sulit, Proses Pembuatan Pupuk Kompos dari Sampah Organik

Cara membuat dan mengaplikasikan pupuk organik cair

Ilustrasi pupuk organik cair.SHUTTERSTOCK/THE LITTLE PAINT Ilustrasi pupuk organik cair.

Selain kompos, POC juga termasuk pupuk alami untuk cabai rawit agar berbuah lebat dan membuatnya tidak sulit.

Melansir dari buku Bunga Rampai Karya Ilmiah Bertema Covid-19 di Bidang Pertanian, Minggu (21/8/2022), berikut cara membuat pupuk organik cair dengan mudah.

  1. Timbang empon-empon yang terdiri atas kencur, jahe, kunyit, dan laos dengan berat masing-masing 425 gram.
  2. Masukkan 1,5 liter urine sapi ke botol atau wadah.
  3. Kemudian, campurkan 100 mL molase atau tetes tebu, 50 ml EM4, dan empon-empon ke dalam urin sapi.
  4. Setelah itu, tutup botol atau wadah dan biarkan bahan-bahan tersebut terfermentasi selaam dua minggu
  5. Selama proses fermentasi, POC diaduk atau dikocok dan dibuka tutupnya untuk mengeluarkan udara yang ada dalam wadah tersebut.
  6. Setelah dua minggu, cek kondisi POC. Jika aroma pupuk menyerupai tapai, pupuk organik cair sudah bisa digunakan.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Sampah Dapur

Cara aplikasi pupuk alami untuk cabe rawit agar berbuah lebat bisa dengan mengecerkan terlebih dahulu ke dalam air. Setelah itu, semprotkan pada tanaman atau siramkan ke area akar tanaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Merawat Sawah, Menjaga Asa, Sang Penjaga Malam Berkolaborasi dengan Petani Gianyar
Perawatan
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Jalan ke Kebun Kini Mulus, Petani Aceh Tenggara Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Varietas Tanaman
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
13 Sumur Bor di Pulau Yamdena Bikin Petani Panen Tiga Kali Setahun
Perawatan
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
Varietas Tanaman
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Cengkih Indonesia: Besar dalam Produksi, Kecil dalam Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Sinergi SVLK-FSC Siap Bawa Produk Hutan Indonesia Kuasai Pasar Global
Varietas Tanaman
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Kementrans Kembangkan Ubi Jalar Jadi Pangan Alternatif Selain Beras
Varietas Tanaman
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Bendungan Bulango Ulu Segera Tuntas, Panen Diprediksi 3 Kali Setahun
Varietas Tanaman
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Bela Petani Sawit Swadaya, Pemkab Kotim dan Solidaridad Percepat Migrasi e-STDB
Varietas Tanaman
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Way Apu Jadi Andalan Pertanian Maluku, Layani Irigasi 10.562 Hektar
Varietas Tanaman
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Dulu, Petani Perbatasan RI-Australia Panen Sekali Setahun, Kini 3 Kali
Varietas Tanaman
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Tak Cuma Pertanian, Potensi Maritim hingga Perkebunan Digarap TEP
Varietas Tanaman
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Pangkas Kriminalitas di Kebun Sawit, Paser Gratiskan BPJS Buruh Informal
Varietas Tanaman
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Pabrik Kelapa di Halmahera Utara Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja
Varietas Tanaman
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Lawan Rob, Warga Pekalongan Manfaatkan Tanah Wakaf untuk Pertanian
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau