Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kuntoro Boga
Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kementan

Praktisi, Peneliti dan Pengamat Pertanian

Kopi dan Kakao Indonesia: Komoditas Ekspor yang Paling Dicari Dunia

Kompas.com, 22 Februari 2026, 16:44 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

FAO (Food and Agriculture Organization) menempatkan kopi sebagai komoditas tropis yang paling luas diperdagangkan di dunia.

Sekitar 25 juta rumah tangga petani terlibat dalam rantai produksinya, menjadikan kopi bukan sekadar minuman, tetapi sumber penghidupan utama di banyak negara produsen.

Pasar terbesarnya berada di Uni Eropa dan Amerika Serikat, yang selama ini menjadi pusat konsumsi dan impor global.

Kini, dinamika pasar di negara-negara maju semakin dipengaruhi oleh meningkatnya minat terhadap specialty coffee, inovasi produk, serta tuntutan kualitas dan ketertelusuran asal.

Sementara komoditas kakao tengah menghadapi tekanan pasokan global dalam beberapa musim terakhir.

Penurunan produksi dan aktivitas penggilingan (grindings), serta munculnya defisit global, membuat pasar makin sensitif terhadap mutu, kesinambungan pasokan, dan efisiensi rantai nilai.

Dalam situasi seperti ini, negara produsen dituntut bukan hanya mampu menghasilkan volume, tetapi juga menjaga kualitas dan keandalan distribusi.

Di tengah arus perubahan tersebut, Indonesia memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara lain, berupa kekayaan terroir kopi dari berbagai daerah dan kekuatan hilirisasi kakao yang terus berkembang.

Dari Gayo, Toraja, hingga Mandailing, kopi Indonesia menawarkan karakter rasa yang khas dan beragam.

Sementara itu, industri kakao nasional semakin menguat di sektor hilir, memproduksi mentega kakao, bubuk, hingga berbagai produk antara untuk industri pangan global.

Kopi Indonesia Dicari Pasar Premium

Kopi Indonesia tidak lahir dari satu pusat rasa, melainkan dari bentang alam yang beragam. Dataran tinggi Gayo di Aceh, pegunungan Toraja di Sulawesi, hingga Mandailing di Sumatera menghadirkan karakter cita rasa berbeda-beda, mulai dari floral yang lembut, body yang tebal, hingga aftertaste rempah yang khas.

Keragaman inilah yang membuat kopi Indonesia menonjol di pasar specialty global, di mana “asal-usul” bukan sekadar label, melainkan bagian dari nilai.

Pengakuan internasional terhadap identitas tersebut juga terus menguat. Gayo Arabica Coffee, misalnya, telah terdaftar sebagai indikasi geografis (GI) di Indonesia sejak 2010 dan diakui di Uni Eropa melalui regulasi resmi.

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bahkan mencatat Mandailing dan Toraja sebagai produk GI Indonesia yang populer di Jepang, negara dengan konsumen yang sangat selektif terhadap kualitas dan keamanan pangan.

Artinya, kopi Indonesia tidak hanya dikenal, tetapi juga dipercaya. Kepercayaan inilah yang menjadi modal utama untuk menembus segmen premium dunia.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Gambir: Komoditas Tua dari Sumatera yang Diam-Diam Diburu Industri Dunia
Varietas Tanaman
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Kakao Indonesia 2026: Menguatkan Hulu dan Menjaga Hilir
Varietas Tanaman
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Aren, Pohon Liar yang Menyimpan Masa Depan
Varietas Tanaman
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Masa Depan Kelapa di Negeri Nyiur Melambai
Varietas Tanaman
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Saat Kita Terlalu Bergantung pada Beras
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau