Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tips agar Pohon Pisang Cepat Berbuah

Kompas.com, 24 September 2022, 19:08 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pisang merupakan buah yang mudah ditemui. Di Indonesia, jenis pisang bahkan sangat beragam. Nilai gizi yang tinggi ditambah dengan rasanya yang enak, membuat banyak orang menyukai buah ini.

Peminat yang selalu ada juga membuat banyak petani tertarik untuk menanam komoditas ini. Walaupun cukup mudah ditanam, bukan berarti tidak ada kendala dalam budidaya tanaman ini.

Salah satu kendala atau permasalahan yang sering muncul yaitu pohon pisang tidak bisa berbuah dalam waktu yang cepat. Jikalau berbuah, ada juga pohon yang buahnya kurang maksimal dari segi kualitas maupun kuantitas.

Baca juga: Cara Menanam Pohon Pisang agar Cepat Berbuah

Agar pohon pisang cepat berbuah dan hasil buahnya optimal, maka praktik budidaya yang benar perlu diterapkan. Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Sabtu (24/9/2022), berikut tips agar pohon cepat berbuah.

Ilustrasi buah pisang cavendish.SHUTTERSTOCK/AJISAI13 Ilustrasi buah pisang cavendish.

Menanam bibit pisang yang berkualitas

Salah satu cara agar pohon pisang cepat berbuah yaitu menanam bibit pisang yang baik. Adapun ciri bibit pisang yang berkualitas, seperti berikut:

  • Bibit pisang yang sehat mempunyai tinggi sekitar 1-1,5 meter dan diameter batang 15-20 cm.
  • Berasal dari tanaman induk yang sehat dan produktivitasnya tinggi.
  • Menggunakan bibit pisang dari anakan dewasa karena sudah mempunyai bakal buanga dan cadangan makanan dalam bonggolnya.

Baca juga: Cara Menanam Pisang Tanduk agar Buahnya Berkualitas

Siapkan lahan dengan baik

Kondisi lahan yang baik juga mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen tanaman pisang. Maka dari itu, sebaiknya olah lahan dengan optimal sebelum penanaman.

Lahan harus dibersihkan terlebih dahulu dari gulma kemudian dibajak sampai gembur. Jangan lupa untuk menambahkan pupuk agar ketersediaan unsur hara cukup untuk pertumbuhan tanaman. Atur juga drainase, aerasi, dan jarak tanam pohon pisang.

Lakukan pindah tanam saat awal musim hujan

Tips lain yang perlu Anda perhatikan agar tanaman pisang yang dibudiyakan cepat berbuah yaitu lakukan pindah tanam di awal musim hujan. Tujuannya agar bibit pisang mendapatkan pasokan air yang cukup. Dengan demikian, pertumbuhannya bisa lebih cepat.

Pixabay/jkopkaPixabay/jkopka Pixabay/jkopka

Lakukan pemeliharaan secara rutin

Pemeliharaan seperti pemupukan, penyirangan, penyiraman, dan pengendalian hama maupun penyakit perlu dilakukan agar tanaman tumbuh dengan baik.

Selain itu, ada juga beberapa hal yang perlu dilakukan agar pohon pisang cepat berbuah. Berikut penjelasannya.

Baca juga: Cara Menanam Pisang Cavendish untuk Panen yang Maksimal

  • Saat pohon pisang sudah berbuah dan tandan pisang telah memiliki 5-7 sisir, maka jantung pisang harus segera dipotong.
  • Kemudian semprotkan pupuk organik cair GDM.
  • Bungkus buah pisang dengan plastik atau karung.
  • Berikan juga pupuk tinggi kalsium dan kocor POC GDM pada area perakaran setidaknya 2 minggu sekali.

Panen tepat waktu

Pemanenan dapat dilakukan saat buah pisang sudah menunjukan siap untuk dipanen. Adapun ciri buah pisang yang siap panen, antara lain;

Baca juga: Jangan Asal, Ini Cara Menanam Pisang

  • Daun bendera mulai mengering.
  • Buah yang tua mempunyai sudut yang tumpul dan membulat.
  • Pada bekas putik mudah patah.
  • Pelepah mudah rebah.
  • Warna kulit buah sudah terlihat lebih cerah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau