Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mudah, Begini Cara Menanam Bunga Krisan di Halaman Rumah

Kompas.com, 1 November 2022, 09:32 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Memiliki halaman rumah yang indah, dengan bunga yang berwarna-warni, merupakan dambaan setiap orang. Terdapat banyak jenis bunga yang kita dapat tanam di halaman rumah, salah satunya yaitu bunga krisan.

Bunga krisan atau Chrysanthemum masuk dalam keluarga Asteraceae. Tanaman ini dipilih sebagai penghias halaman rumah, karena memiliki bunga yang cantik.

Kelopak bunga krisan memiliki warna yang beragam, ada yang berwarna putih, merah, oren dan kuning. Tak hanya indah, cara menanam bunga krisan juga cukup mudah.

Baca juga: Simak, Begini Cara Menanam Bunga Aster

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (1/11/2022), berikut ini tata cara menanam bunga krisan di rumah.

Ilustrasi bunga krisan di pot, menanam bunga krisan di pot. SHUTTERSTOCK/KWANBENZ Ilustrasi bunga krisan di pot, menanam bunga krisan di pot.

Persiapan alat dan bahan

Sebelum menanam bunga krisan, kita harus menyiapkan alat dan bahan terlebih dahulu. Alat dan bahan yang dibutuhkan meliputi:

  • Sekop kecil
  • Sarung tangan
  • Selang atau gembor
  • Pupuk kandang
  • Bibit bunga krisan

Pembibitan

Bibit krisan yang ditanam harus berasal dari varietas unggul agar tanaman krisan tumbuh dengan baik. Bibit krisan bisa berasal dari biji atau stek batang. Berikut penjelasannya.

Baca juga: Simak, Begini Cara Menanam Bunga Dahlia

1. Biji

Biji krisan diperoleh dari bunga krisan. Biji tersebut kemudian disemai untuk dijadikan bibit. Cara semai biji bunga krisan cukup mudah.

Siapkan tray semai dan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk organik. Buat lubang dan masukan biji bunga krisan. Siram secara rutin, setelah 4 minggu bunga krisan siap dipindah tanam.

2. Stek

Stek merupakan perbanyakan tanaman secara vegetatif. Keunggulan pembibitan dengan cara ini yaitu dapat memperoleh bibit yang sama dengan induknya dan dalam waktu yang cukup singkat.

Ilustrasi bunga krisan unguUnsplash/nanichkar Ilustrasi bunga krisan ungu

Cara stek yaitu dengan memotong batang atau cabang bunga krisan. Hasil potongan tersebut ditanam pada polybag yang sudah diisi media tanam. Rawat secara rutin sampai bibit mengeluarkan daun yang banyak dan siap untuk dipindahkan.

Penanaman

Cara menanam bunga krisan cukup mudah. Berikut langkah-langkahnya:

Baca juga: Cara Menanam Bunga Melati yang Benar agar Cepat Berbunga

  1. Gemburkan tanah dengan sekop mini.
  2. Kemudian buat lubang tanam sedalam 15 sampai 20 cm.
  3. Masukan bibit bunga krisan ke dalam lubang tanam.
  4. Tutup dengan tanah sampai pangkal batang.
  5. Siram dan rawat secara rutin.

Perawatan

Bunga krisan akan tumbuh, berkembang dan menghasilkan bunga yang indah, apabila dirawat dengan baik. Perawatan tanaman krisan meliputi; pemupukan, penyiangan, penyiraman, dan pengendalian hama maupun penyakit.

Itulah cara menanam bunga krisan supaya dapat tumbuh, berkembang, dan menghasilkan bunga yang indah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau