Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak, Cara Menanam Anggur di Halaman Rumah

Kompas.com - 05/11/2022, 18:41 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

 

  1. Potong cabang induk tanaman anggur sepanjang 10-15 cm.
  2. Siapkan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang.
  3. Masukan ke dalam plastik polybag.
  4. Oleskan zat perangsang akar pada bagian batang yang akan dimasukan ke media tanam.
  5. Tancapkan batang hasil stek ke dalam media tanam.
  6. Siram dan pelihara secara rutin.
  7. Bibit akan dipindah tanam setelah memiliki daun dan akar yang banyak.

ilustrasi anggur. PEXELS/KAI CHIEH CHAN ilustrasi anggur.

Penanaman

Cara menanam anggur di halaman rumah sangat sederhana. Berikut langkah-langkahnya:

Baca juga: Cara Menanam Anggur di Halaman Rumah

  1. Gemburkan lahan di halaman rumah agar struktur dan tekstur tanahnya sesuai dengan syarat tumbuh tanaman anggur.
  2. Kemudian buatlah lubang sedalam 10-15 cm.
  3. Masukan pupuk kandang ke dalam lubang dan campurkan dengan tanah.
  4. Sobek plastik polybag dan masukan bibit ke dalam lubang tanam.
  5. Tutup lubang tanam setinggi pangkal batang.
  6. Lakukan pemeliharaan secara rutin.

Pemeliharaan

Tanaman anggur di halaman rumah harus dipelihara dengan baik, agar menghasilkan buah yang manis. Berikut ini pemeliharaan yang perlu dilakukan pada tanaman anggur:

Baca juga: Cara Menanam Anggur agar Cepat Berbuah

  1. Penyiraman
  2. Pemupukan
  3. Pengendalian hama dan penyakit
  4. Pemangkasan cabang

Pemanenan

Anggur akan mulai berbunga pada umur 8-10 bulan. Mulai dari pembungaan sampai menjadi buah memerlukan waktu sekitar 2 bulan. Jadi kurang lebih tanaman anggur dapat dipanen buahnya 10-12 bulan setelah tanam.

Itulah cara menanam anggur di halaman rumah. Lahan sempit bukan menjadi penghalang untuk menanam buah ini.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau