Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Cengkeh agar Cepat Panen

Kompas.com, 22 November 2022, 11:59 WIB
Add on Google
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Cengkeh adalah salah satu rempah-rempah yang paling dicari sebagai bahan penyedap masakan. Selain itu, minyak cengkeh termasuk hasil produksi olahan yang paling banyak mendapatkan penawaran dari mancanegara sebagai bahan industri parfum ataupun bahan farmasi.

Kelemahan tanaman cengkeh adalah waktu panen yang relatif lama, sehingga tidak banyak yang menggeluti bidang ini.

Dilansir laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Selasa (22/11/2022), berikut cara menanam cengkeh agar cepat panen.

Baca juga: Cara Membasmi Tawon di Rumah, Pakai Lemon dan Cengkeh

Ilustrasi cengkeh. PIXABAY/ZICHRINI Ilustrasi cengkeh.

1. Pembibitan

Gunakan bibit yang unggul dan berkualitas sehingga menghasilkan cengkeh yang berkualitas pula. Anda dapat menggunakan buah cengkeh yang sudah tua, dengan warna ungu kehitaman.

Setelah itu, kupas buah cengkeh dengan hati-hati dan pastikan biji yang keluar tidak lecet maupun luka.

Lakukan pencucian dan perendaman pada biji cengkeh yang telah dipilih, kemudian biji ditanam pada media tanam yang telah disediakan.

2. Pembuatan media tanam dan penyemaian

Siapkan bahan-bahan seperti tanah gembur, pupuk kandang, pot atau polybag, cetak dan air. Kemudian campurkan tanah dengan pupuk kandang menggunakan perbandingan 2 : 1.

Baca juga: Cara Mengusir Serangga Menggunakan Minyak Cengkeh

Hasil campuran kemudian dimasukkan ke dalam pot atau polybag dengan membuat lubang di bagian tengahnya untuk meletakkan bibit cengkeh.

Biji diletakkan pada lubang polybag kemudian ditutupi dengan tanah dan dipadatkan lalu siram dengan air secukupnya.

Polybang ditempatkan pada daerah yang sejuk namun cukup mendapatkan sinar matahari sekitar 25 persen. Pantau perkembangan bibit cengkeh secara rutin dan teliti.

Ilustrasi cengkeh. PIXABAY/ABUYOTAM Ilustrasi cengkeh.

3. Penyiapan lahan

Penyiapan lahan pada cengkeh dilakukan dua bulan sebelum menanam cengkeh. Lahan yang baik ialah berada di area terbuka dan memperoleh sinar matahari, bebas gulma, bebatuan dan tanaman pengganggu, serta dilakukan penggemburan denga pupuk kandang.

Baca juga: Cara Menanam Selada di Halaman Rumah, Bisa Panen dalam 40 Hari

Setelah tanah digemburkan dengan pupuk kandang kurang lebih satu minggu, tanah dicangkul dengan kedalaman 75 cm dan lebar 50 cm, kemudian dimasukkan lagi pupuk kandang ke dalam lubang.

Lahan kemudian didiamkan sampai bibit siap ditanam.

4. Pemindahan bibit cengkeh

Bibit cengkeh yang telah berusia dua tahun dapat dipindahkan pada lahan, sehingga batang cengkeh menjadi besar dan bisa menghasilkan kuncup bunga yang banyak.

Adapun bibit yang dipindahkan pastikan termasuk bibit dengan batang yang lurus, lalu bersihkan bibit dari polybag dan tanam pada lubang yang tersedia. Bibit cengkeh yang telah ditanam kemudian dipadatkan sambil menyemprotkan air ke dalam tanah.

Baca juga: Berapa Umur Tanaman Kedelai yang Siap Panen? Ini Ulasannya

Bibit cengkeh yang ditanam kemudian diikat dengan kayu untuk mempertahankan posisinya tetap tegak. Terakhir, pupuk kandang ditaburkan pada area sekitar lubang tanaman cengkeh.

5. Perawatan dan panen cengkeh

Proses perawatan tanaman cengkeh terbilang mudah dan tidak terlalu merepotkan. Proses penyiangan dengan membersihkan gulma pada area sekitar batang cengkeh.

Pemupukan dengan pupuk kandang dilakukan satu kali dalam empat bulan.

Penyemprotan insektisida dilakukan untuk menjaga agar tanaman cengkeh terhindar dari hama yang mengganggu, kemudian proses perawatan dilakukan secara rutin dengan penyiraman air.

Baca juga: Cara Budidaya Bayam Organik, Bisa Panen dalam 20 Hari

Proses panen cengkeh dilakukan dengan memetik bagian bunga cengkeh yang masih kuncup. Umumnya usia panen pada tanaman cengkeh dapat dilakukan pada umur 4,5 sampai 8,5 tahun.

Pada tahap pertama 50 sampai 60 persen jumlah bunga yang ada di pohon telah matang dan bisa di petik, pemetikan diulangi setiap 10 sampai 14 hari selama tiga sampai empat bulan.

Di Jawa, panen dapat dimulai pada bulan Mei dan berakhir di bulan Juli hingga Agustus, namun hal ini tergantung daerah masing-masing.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Ekspor Perkebunan Tumbuh Signifikan dan Dicari Pasar
Varietas Tanaman
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Swasembada Pangan dan Pertanian yang Berkelanjutan
Varietas Tanaman
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Reformasi Rantai Pasok Kakao
Varietas Tanaman
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Menjaga Momentum Kopi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Varietas Tanaman
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Nilai Tinggi Kelapa Aromatik di Pasar Global Premium
Varietas Tanaman
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Kecubung: Antara Stigma dan Kekayaan Hayati Nusantara
Varietas Tanaman
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau