Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Memasang Mulsa Plastik untuk Tanaman Cabai

Kompas.com, 23 November 2022, 17:39 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam budidaya tanaman hortikultura seperti cabai, semangka, melon, dan lainnya, sering kali dijumpai penggunaan plastik berwarna perak pada tanah bedengan. Plastik yang menyelimuti tanah bedengan itu adalah mulsa plastik.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Rabu (23/11/2022), mulsa plastik adalah lembaran plastik yang akan menutup zona lahan pada tanaman budidaya.

Tujuan penggunaan mulsa plastik adalah untuk menjaga dan melindungi segala permukaan tanah dari terjadinya pengikisan. Mulsa plastik juga menjaga kadar kelembapan dan struktur pada tanah, serta menghalangi perkembangan hama gulma.

Baca juga: Apa Manfaat Mulsa Plastik untuk Tanaman?

Ilustrasi mulsa plastik di lahan penanaman sayuran. SHUTTERSTOCK/HANS VERBURG Ilustrasi mulsa plastik di lahan penanaman sayuran.

Mulsa plastik terbuat dari bahan polietilena yang mempunyai intensitas rendah yang bisa dibuat dengan tahap polimerisasi etilen di bawah dampak tekanan yang tinggi.

Fungsi mulsa plastik untuk tanaman

Secara umum, berikut beberapa fungsi mulsa plastik dalam budidaya tanaman.

  • Melindungi tanah dari daya rusak butir hujan.
  • Meningkatkan penyerapan air oleh tanah.
  • Mengurangi volume dan kecepatan aliran permukaan (mengurangi erosi).
  • Menjaga suhu dan kelembapan tanah.
  • Memelihara kandungan bahan organik tanah.
  • Mengendalikan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma).

Baca juga: Tips Sukses Menanam Cabai Besar Saat Musim Hujan

Jenis mulsa plastik dan fungsinya

Mulsa plastik warna perak digunakan menghadap ke bagian luar atau menghadap ke matahari. Fungsi pewarnaan perak adalah untuk memantulkan cahaya matahari.

Pada tanaman, pantulan cahaya matahari dari mulsa membantu proses fotosintesis. Dengan begitu, proses fotosintesis menjadi optimal.

Ilustrasi penggunaan mulsa plastik di lahan pertanian.WIKIMEDIA COMMONS/YIGAL SHARGIA Ilustrasi penggunaan mulsa plastik di lahan pertanian.

Adapun mulsa plastik warna hitam digunakan di bagian bawah, yang langsung menghadap tanah. Warna hitam menyerap cahaya matahari sehingga tanah akan tetap lembap.

Tanah yang lembap merupakan tempat tumbuh optimal bagi akar. Ketiadaan cahaya matahari di bawah lapisan mulsa akan menghambat bahkan menghilangkan pertumbuhan gulma.

Baca juga: Media Tanam Cabai Rawit di Polybag, Apa Saja?

Manfaat mulsa plastik untuk tanaman cabai

Penggunaan mulsa plastik warna hitam untuk lapisan di bawah dan warna perak untuk lapisan atas sangat diperlukan untuk penanaman cabai pada musim hujan.

Salah satu keuntungan tanam cabai menggunakan mulsa lapisan atas perak adalah sinar ultraviolet ke permukaan bawah daun yang banyak dihuni oleh hama aphid, trips, tungau, ulat dan cendawan.

Pemasangan mulsa plastik di bedengan tempat menanam cabai dilakukan setelah bedengan selesai dipupuk. Kebutuhan mulsa plastik untuk tanaman cabai seluas 1 hektar dengan populasi kurang lebih 18.000 sampai 19.000 pohon dengan menggunakan jarak tanam 75 cm x 50 cm adalah sekitar 12 roll.

Adapun lebar mulsa plastik yang digunakan adalah 120 cm.

Baca juga: Penyakit Busuk Basah Buah Cabai, Penyebab dan Cara Mengendalikannya

Cara memasang mulsa plastik untuk tanaman cabai

Pemasangan mulsa plastik sebaiknya dilakukan pada siang hari sewaktu matahari sedang terik-teriknya, sehingga mulsa plastik dapat ditarik dan dikembangkan secara maksimal.

Alat-alat yang diperlukan untuk pemasangan mulsa plastik adalah pasak bambu berbentuk huruf U, pisau atau gunting untuk memotong mulsa, dan mulsa platik hitam perak.

Siapkan mulsa plastik sepanjang bedengan dikurangi 1 sampai 0,5 meter karena akan memuai terkena panas dan tarikan.

Ujung-ujung mulsa plastik ditarik secara bersamaan, lalu kedua ujung dipasak dengan menggunakan pasak dari bambu.

Baca juga: Cara Membuat Insektisida dari Limbah Kulit Jengkol dan Cabai Busuk

Lalu, salah satu sisanya dipasak bambu dengan jarak setiap 50 cm. Setelah satu sisinya selesai, sisi lainnya menyusul.

Pemasangan pasak ini dilakukan sambil menarik secara perlahan-lahan mulsa plastik sehingga menutup bedengan dengan rapat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau