Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Begini Cara Memperbanyak Bakteri EM4 Pertanian

Kompas.com, 9 Januari 2023, 18:10 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Effective microorganism atau yang lebih dikenal dengan EM4 adalah cairan yang berisi berbagai mikroorganisme. Setidaknya terdapat empat mikroorganisme penyusunan pada EM4 seperti Lactobacillus sp, Khamir, Actinomycetes, dan Streptomyces.

Penggunaan EM4 pada umumnya untuk menguraikan bahan organik dan penambah unsur hara pada tanah. EM4 berbeda dengan pupuk, cairan ini berfungsi untuk melarutkan unsur hara pada tanah, sehingga dapat diserap oleh tanaman.

Selain itu, EM4 termasuk bahan yang dibutuhkan untuk membuat pupuk organik cair dan pupuk kompos. EM4 yang beredar dipasaran sebenarnya dapat langsung diaplikasikan.

Baca juga: Jangan Dibuang, Manfaatkan Limbah Jeruk Pecah Jadi MOL

Namun pada skala besar membutuhkan EM4 yang tidak sedikit. Oleh karena itu, perbanyakan bakteri EM4 dapat menjadi solusi untuk kebutuhan yang banyak dan Anda bisa memperbanyaknya secara mandiri.

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Senin (9/1/2023), berikut ini cara memperbanyak bakteri EM4 pertanian yang benar.

Ilustrasi kompos untuk limbah rumah tangga dengan bantuan bakteri EM4SHUTTERSTOCK/Daisy Daisy Ilustrasi kompos untuk limbah rumah tangga dengan bantuan bakteri EM4

Alat dan bahan

Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk memperbanyak bakteri EM4, antara lain;

  • Ember
  • Pengaduk
  • Saringan
  • Gayung
  • Botol bekas ukuran 1.5 liter
  • Panci
  • Corong
  • Air 1 liter
  • Gula merah 50 gr
  • EM4 200 ml
  • Dedak halus 0.5 kg
  • Terasi 50 gr

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Organik dari Terasi

Cara memperbanyak bakteri EM4 Pertanian

Setelah semua alat dan bahan tersedia, tahapan selanjutnya yaitu mulai memperbanyak EM4. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Rebus air sebanyak satu liter sampai mendidih, tujuannya agar air steril.
  2. Masukan bahan seperti gula, dedak, dan terasi.
  3. Aduk bahan tersebut sampai merata pada kondisi air masih mendidih.
  4. Setelah tercampur merata dinginkan larutan tersebut.
  5. Apabila sudah dingin, tuangkan larutan pada ember.
  6. Masukan bakteri EM4 sebanyak 200 ml dan aduk secara merata.
  7. Saring hasil larutan tersebut dan masukan ke dalam botol 1.5 liter.
  8. Tutup botol dengan rapat dan tunggu selama 4 sampai 7 hari.
  9. Setelah 4 sampai 7 hari EM4 siap diaplikasikan.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Jerami Padi dan Cangkang Telur

Cara aplikasi

Cara aplikasi bakteri EM4 pertanian sangat mudah. Saat hendak membuat pupuk kompos, maka Anda hanya perlu menyiapkan bahan untuk membuat pupuk kompos seperti sampah organik.

Sampah organik tersebut kemudian disiram menggunakan 10 ml EM4 yang sudah dilarutkan dalam 1 liter air.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau