Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jenis Bunga yang Bisa Mengusir Hama di Sawah

Kompas.com, 22 Februari 2023, 18:50 WIB
Add on Google
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran hama di sawah bisa membuat pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi terganggu. Maka dari itu, petani perlu mengendalikan hama tanaman padi dengan tepat dan cepat.

Salah satu tindakan pencegahan serangan hama yang dapat dilakukan yaitu dengan menanam bunga refugia. Tanaman bunga ini bisa menghalau hama yang hendak menyerang tanaman padi.

Dilansir dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (22/2/2023), berikut beberapa jenis bunga yang bisa mengusir hama di sawah.

Baca juga: 4 Bunga Ini Bisa Mengusir Hama Tanaman Padi, Apa Saja?

Bunga kertas

Tanaman pengusir hama padi yang pertama yaitu bunga kertas. Tanaman ini memiliki bunga berwarna cerah sehingga bisa menarik kumbang. Kumbang inilah yang bisa membantu membasmi hama tanaman padi, seperti kutu daun dan ulat.

Ilustrasi tanaman kenikir, bunga kenikir.WIKIMEDIA COMMONS/LUIS MIGUEL BUGALLO SANCHEZ Ilustrasi tanaman kenikir, bunga kenikir.

Bunga kenikir

Bunga kenikir juga ternyata menjadi salah satu bunga yang bisa mengusir hama padi. Tanaman kenikir diketahui bisa menarik predator karena warna bunganya yang cerah.

Selain itu, bunga kenikir juga memiliki aroma khas yang bisa menghalau hama. Tanaman kenikir juga bisa diolah menjadi pestisida nabati yang bisa mengendalikan hama tanaman.

Baca juga: Cara Membuat Pestisida dari Kenikir, Bisa Mengatasi Berbagai Hama

Bunga matahari

Biasanya, bunga matahari ditanam sebagai tanaman hias di rumah atau tanaman. Tapi siapa sangka jika bunga berukuran besar dan berwarna cerah ini digunakan untuk mengusir hama di sawah.

Bunga matahari diketahui bisa menarik para predator pemangsa hama, sehingga secara otomatis populasi hama di sawah bisa dikendalikan. Meskipun demikian, bunga matahari sebaiknya ditanam sebagai pagar saja.

Pasalnya, bunga matahari memiliki ukuran besar sehingga dapat menghalau penyinaran matahari pada tanaman utama. Selain itu, tanaman ini juga bisa menyebabkan kompetisi nutrisi dengan tanaman utama.

Baca juga: Cara Menanam Bunga Matahari di Sawah, Bisa Mengusir Wereng

Bunga jengger ayam

Tanaman refugia lainnya yang dapat ditanam di sawah yaitu bunga jengger. Sesuai dengan namanya, bentuk bunga ini mirip dengan jengger ayam dengan warna mencolok.

Bunga jengger ayam banyak dipilih petani sebagai bunga refugia karena mudah tumbuh di segala kondisi, tak terkecuali pada lahan yang kurang subur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Era Keemasan Baru Rempah Indonesia
Varietas Tanaman
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau