Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Bunga Kenangan di Pot, Bisa Menjadi Hiasan di Rumah

Kompas.com, 7 Mei 2023, 18:32 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bunga kenanga atau Cananga odorata memiliki wangi yang harum semerbak serta berwarna kuning cerah. Kenanga sering dimanfaatkan sebagai parfum, pengharum ruangan alami, maupun tanaman hias.

Bunga kenanga sangat mudah tumbuh dan perawatannya juga sederhana. Selain itu peminat dari bunga ini juga semakin banyak, bahkan masuk hingga pasar internasional.

Bunga ini dapat ditanam di pekarangan rumah atau pot. Melansir dari Cybext Kementerian Pertanian dan sumber lainnya, berikut cara menanam bunga kenanga dengan benar.

Baca juga: Cara Mudah Menanam Bunga Mawar dari Biji

1. Menyiapkan lahan

Bunga kenanga bisa ditanam di pot maupun lahan terbuka. Sebelum mulai menanam sebaiknya siapkan lahan terlebih dahulu.

  • Gemburkan tanah terlebih dahulu kemudian campur tanah menggunakan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1.
  • Gunakan tanah merah atau tanah dengan pH seimbang dan memiliki kelembaban yang cukup.

Ilustrasi bunga kenangaShutterstock/pittaya Ilustrasi bunga kenanga

2. Penyemaian bibit bunga kenanga

Pemilihan bibit bisa berasal dari biji maupun stek batang. Jika dari biji, maka Anda bisa membelinya benihnya di toko bunga.

Selain itu, benih juga bisa didapatkan dari buah kenanga yang sudah tua namun harus berasal dari indukan yang sehat. Adapun cara penyemaian benih yang benar, seperti berikut.

Baca juga: 5 Tanaman Bunga yang Cepat Tumbuh, Bisa Mekar dalam 5 Minggu

  • Siapkan beberapa polybag.
  • Campurkan media tanam yang terdiri dari tanah, pupuk, sekam, dan arang dengan perbandingan 2:1:1:1.
  • Sebaiknya menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang dan kompos agar tanah tidak keras sehingga kenanga bisa tumbuh subur.
  • Isi polybag menggunakan media tanam sebanyak ¾ bagian.
  • Buat lubang pada tanah kemudian masukkan sebanyak 2 biji dalam satu polybag.
  • Tutup dengan sisa tanah sampai tertutup kemudian siram bagian atas dengan teknik spray.
  • Simpan di tempat sejuk hingga muncul tunas.

3. Pemindahan bibit bunga kenanga dalam pot

Cara menanam bunga kenanga selanjutnya yaitu memindahkan bibit ke lahan yang sudah disiapkan atau ke pot. Bibit siap dipindahkan ketika berusia 5 sampai 6 bulan dengan tinggi sekitar 30 sampai 50 cm.

Berikut langkah-langkah penanaman bibit bunga kenanga dengan benar.

  • Cek kondisi lahan yang sudah disiapkan sebelumnya, atau cek kondisi pot yang akan digunakan.
  • Gemburkan tanah terlebih dulu kemudian campurkan dengan pupuk kompos.
  • Masukkan tanah ke dalam pot sebanyak ¾ bagian kemudian buat lubang di bagian tengah menggunakan sekop sedalam 10 sampai 15 cm.
  • Masukkan satu bibit ke dalam lubang tanam, setelah itu masukkan sisa tanah lalu padatkan agar tanaman bisa berdiri dengan baik.
  • Siram tanaman sampai tanah menjadi basah, kemudian simpan di tempat sejuk selama 1 hingga 2 minggu.
  • Setelah itu letakkan di area yang mendapat sinar matahari cukup.

Baca juga: Cara Menanam Bunga Matahari di Rumah

4. Perawatan Bunga Kenanga

Pohon kenanga yang berusia kurang dari 7 bulan bisa dilakukan penyiraman menggunakan pupuk setiap beberapa hari sekali. Jika tidak memiliki pupuk bisa menggunakan air cucian beras yang sudah didiamkan selama 2 sampai 4 hari.

Intensitas penyiraman bisa disesuaikan dengan cuaca. Saat musim kemarau bisa lebih sering hingga 2x sehari.

Agar bunga kenanga dapat tumbuh dengan baik perlu dilakukan pemangkasan secara rutin setiap satu bulan sekali. Bagian yang dipangkas yaitu daun, dahan, dan bunga yang rusak, mati, tua, atau terkena hama.

Pangkas menggunakan gunting tanaman dan hindari memangkas dengan cara mematahkan ranting karena bisa mempengaruhi pertumbuhan bunga kenanga. Penyiangan dan pemupukan ulang juga penting dilakukan.

Penyiangan bisa dilakukan sebelum memberikan pupuk dengan membersihkan lahan dari gulma dan rumput liar. Sebelum memberikan pupuk, gemburkan tanah untuk sirkulasi udara dan memaksimalkan penyerapan nutrisi oleh akar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau