Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Panen Buah Jeruk Besar yang Benar agar MutunyaTerjaga

Kompas.com, 21 Juni 2023, 14:32 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Jeruk besar merupakan tanaman asli Indonesia yang kini banyak dijumpai di hampir seluruh wilayah Asia Tenggara. Panen buah jeruk besar dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada bulan Mei dan Juni.

Kegiatan panen jeruk besar harus dilakukan dengan benar agar kualitas buah yang dihasilkan tetap terjaga. Melansir dari buku Budidaya Jeruk Besar, Rabu (21/6/2023), berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan saat memanen buah jeruk besar.

Umur panen

Untuk mendapatkan buah jeruk berkualitas tinggi, pemanenan harus dilakukan tepat waktu. Pemetikan yang terlalu muda atau terlalu matang akan membuat mutu buahnya kurang maksimal.

Baca juga: Cara Perbanyakan Jeruk Besar dengan Sistem Sambung

Tingkat kematangan buah juga sangat mempengaruhi daya simpannya. Semakin tua buah yang dipanen, maka semakin cepat buat busuk. Buah jeruk besar biasanya dipanen saat berumur 6 hingga 8 bulan setelah mekar.

Tanaman jeruk besarPixabay/Pixel2013 Tanaman jeruk besar

Ciri-ciri buah jeruk besar siap panen

Selain berdasarkan umur, masa panen jeruk besar juga bisa ditentukan berdasarkan penampilan fisiknya. Berikut ini ciri-ciri buah jeruk besar yang siap dipanen.

  • Warna kulit mulai berubah kekuningan.
  • Bulu halus pada kulit buah sudah hilang, sehingga teksturnya tidak kasar saat dipegang.
  • Bobot buah terasa berat dan berisi.
  • Lekukan pada buah sudah mendatar.
  • Bila dikupas, bagian tengahnya akan terlihat berlubang.
  • Biji buah sudah berkurang.

Cara panen buah jeruk besar

Buah ini bisa dipanen dengan cara dipetik langsung atau menggunakan gunting pangkas. Pemetikan menggunakan tangan dilakukan dengan cara memegang buah tersebut lalu memutarnya sedikit sembari menarik ke bawah sampai buah lepas dari tangkainya.

Baca juga: 7 Varietas Jeruk Besar Unggulan yang Ada di indonesia

Namun, untuk mendapatkan buah yang berkualitas tinggi, sebaiknya panen buah jeruk besar dilakukan menggunakan gunting pangkas. Pemetikan buah sebaiknya dilakukan pada pukul 9 pagi sampai sore.

Tangkai buah yang dikerat dengan gunting panjangnya sekitar 1 sampai 2 cm dari buahnya. Tangkai yang terlalu panjang akan merusak buah lain saat diletakkan di dalam keranjang.

Buah yang sudah dipetik kemudian diletakkan dalam keranjang bersih. Pastikan untuk melapisi keranjang dengan alas rumput kering atau daun pisang kering untuk menghindari gesekan. Lalu, tutup keranjang dengan karung goni untuk melindungi buah selama pengangkutan dari kebun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau