Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Cara Merawat Jeruk Kunci agar Berbuah Lebat

Kompas.com - 14/06/2023, 21:20 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Jeruk kunci merupakan salah satu jenis jeruk yang ada di Indonesia. Rasa buahnya yang segar dan memiliki segudang manfaat kesehatan, menjadikan buah jeruk ini favorit di kalangan kalangan masyarakat.

Namun, agar tanaman jeruk kunci tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang berkualitas, perlu dilakukan perawatan yang konsisten. Cara merawat jeruk kunci mencakup berbagai aspek, seperti penyiraman, pemupukan, pemangkasan, perlindungan hama dan penyakit, serta penyinaran yang maksimal.

Selain itu, tanah yang baik dengan drainase yang lancar juga merupakan faktor penting yang harus diperhatikan. Dengan melakukan perawatan yang tepat dan berkelanjutan, tanaman jeruk kunci akan menghasilkan buah yang maksimal.

Baca juga: Simak, Keunggulan dan Manfaat Jeruk Kunci

Mengutip dari Cybext Kementerian Pertanian, berikut ini cara merawat tanaman jeruk kunci yang benar agar tumbuh dan panennya maksimal.

Ilustrasi buah lemon cui atau jeruk kunci.SHUTTERSTOCK/ANNY TA Ilustrasi buah lemon cui atau jeruk kunci.

1. Penyiraman air yang cukup

Tanaman jeruk membutuhkan penyiraman air yang cukup bagi pertumbuhannya. Pastikan untuk menyiram tanaman secara teratur, terutama pada musim kemarau.

Akan tetapi, hindari penyiraman terlalu banyak karena air akan menggenang dan dapat menyebabkan akar membusuk. Periksa kelembaban tanah secara berkala dan siram tanaman ketika tanah terlihat kering.

2. Pemupukan berimbang

Memberikan nutrisi yang cukup kepada tanaman jeruk kunci merupakan langkah penting untuk membuat tanaman subur dan menghasilkan buah yang berkualitas. Gunakan pupuk yang sesuai untuk tanaman jeruk.

Pupuk yang dapat digunakan seperti phonska, mutiara ZA dan KCl. Ikuti petunjuk pemupukan dan dosis yang tertera pada kemasan. Pemupukan biasanya dilakukan setiap 3 sampai 6 bulan sekali, terutama pada saat fase pertumbuhan.

Baca juga: Cara Menanam Jeruk Kunci agar Berbuah Banyak

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau