Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Rosella, Bunga yang Penuh Manfaat untuk Kesehatan

Kompas.com - 01/06/2023, 12:56 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada banyak bunga yang bermanfaat untuk kesehatan, salah satunya adalah bunga rosella (Hibiscus sabdariffa). Bunga berwarna merah ini kerap diseduh sebagai teh atau dibuat sirup maupun selai.

Dikutip dari Homes to Love, Kamis (1/6/2023), bunga rosella adalah tanaman pagar yang kuat dan cepat tumbuh yang dapat dimakan. Bunga rosella berasal dari Afrika Barat.

Baik daun dan kelopak tanaman rosella aman dan enak untuk dimakan. Akan tetapi, kelopak merahnya digunakan untuk membuat segala sesuatu, mulai dari selai hingga minuman dan teh rosella.

Baca juga: Cara Menanam Okra di Polybag, Bisa Panen 2-3 Hari Sekali

 

Ilustrasi rosella, bunga rosella. SHUTTERSTOCK/MONTPIELAVE Ilustrasi rosella, bunga rosella.

Tanaman rosella mekar hanya dalam waktu singkat, dari bulan Maret hingga Mei setiap tahun.

Berikut cara menanam rosella untuk menikmati hasil panennya dan dimanfaatkan sebagai minuman yang menyehatkan.

Rosella lebih menyukai iklim hangat dan membutuhkan tanah yang kaya dan menyerap air dengan baik. Rosella adalah tanaman yang kuat, jarang rentan terhadap penyakit dan hama, namun membutuhkan air yang cukup untuk memastikan panen yang sukses.

Dalam kondisi yang tepat, tanaman rosella dapat tumbuh setinggi sekitar 2 meter dalam waktu enam bulan. Penting juga untuk memastikan bahwa bedengan taman mendapat sinar matahari langsung, karena tanaman rosella tidak tahan naungan.

Baca juga: Cara Menanam Bibit Daun Bawang di Polybag yang Benar agar Cepat Tumbuh

Taburkan benih ke bedeng taman yang telah dipupuk dengan membuat lubang di tanah sedalam sekitar 1 cm. Tutupi benih dengan tanah dan air dengan baik.

Sebaiknya juga menutupinya dengan mulsa, untuk membantu tanah mempertahankan kelembapan. Jika Anda menanam beberapa semak, taburkan benih dengan jarak sekitar 1 sampai 2 meter karena semak dewasa akan membutuhkan ruang untuk tumbuh.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau