Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Dibuang, Begini Cara Membuat Pupuk dari Kulit Bawang Merah

Kompas.com - 11/07/2023, 09:53 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Bawang merah merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia. Umbi bawang merah biasanya digunakan sebagai bumbu masakan yang membuat rasa makanan semakin nikmat.

Tak hanya umbinya yang bermanfaat, kulit bawang merah juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk penyubur tanaman. Penggunaan pupuk dari kulit bawang merah memiliki beberapa keunggulan seperti dapat menyuburkan tanaman, ramah lingkungan, serta proses pembuatannya mudah dan murah.

Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Selasa (11/7/2023), dalam kulit bawang merah terdapat berbagai unsur hara yang penting bagi tanaman, misalnya; kalium (K), magnesium (Mg), fosfor (P), dan besi (Fe). Adapun cara pembuatannya seperti berikut ini.

Ilustrasi bawang merah.SHUTTERSTOCK/ZULFIKAR95 Ilustrasi bawang merah.

Baca juga: Manfaat Kulit Bawang Merah untuk Tanaman, Jadi Pestisida hingga ZPT

Cara membuat pupuk dari kulit bawang merah

Pembuatan pupuk dari kulit bawang merah cukup mudah. Caranya dengan mencampurkan kurang lebih 100 gram kulit bawang merah dalam 500 ml air.

Rendam kulit bawang merah selama 24 jam dan saring terlebih dahulu sebelum diaplikasikan ke tanaman. Ampas kulit bawang merah yang direndam bisa digunakan sebagai pupuk padat.

Cara aplikasikan dengan mencampurkan ampas kulit bawang merah dengan media tanam. Sementara itu, air rendaman kulit bawang merah bisa dicampurkan dengan air cucian beras menggunakan perbandingan 500 ml air kulit bawang merah dan 500 ml air cucian beras.

Baca juga: 3 Manfaat Kulit Bawang Merah untuk Tanaman dan Cara Aplikasinya

Setelah tercampur, segera disiramkan ke tanaman. Pemberian air cucian beras akan meningkatkan nutrisi dan bakteri baik yang dibutuhkan tanaman.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Menjadikan Indonesia Pusat Hilirisasi Kelapa Dunia

Varietas Tanaman
'Superfood' Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

"Superfood" Daun Kelor: Nilai Gizi, Ekonomi, dan Lingkungan

Varietas Tanaman
Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Peluang Budidaya Kurma di Indonesia: Teknologi dan Kisah Sukses

Varietas Tanaman
Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Purwoceng, Ginseng Lokal Bernilai Tinggi

Varietas Tanaman
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan Serai Wangi

Varietas Tanaman
Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Kakao Indonesia: Dari Potensi Lokal ke Produk Premium Dunia

Varietas Tanaman
Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai Jawa

Varietas Tanaman
Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Pala: Warisan Nusantara Menuju Pemanfaatan Global

Varietas Tanaman
Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Anggur Muscat dan Keberpihakan pada Buah Lokal

Varietas Tanaman
Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Mengenal Gula Bit: Inovasi Pemanis

Varietas Tanaman
Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Peluang Stevia dalam Diversifikasi Industri Gula

Varietas Tanaman
Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Mengoptimalkan Keunggulan Tanaman Obat Indonesia

Varietas Tanaman
Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Menggali Peluang Ekonomi dan Manfaat Kayu Manis

Varietas Tanaman
Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Kacang Mete: Komoditas Potensial di Lahan Marginal

Varietas Tanaman
Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Mengembalikan Kejayaan Industri Teh Indonesia

Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau