Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mencangkok Pohon Rambutan agar Cepat Berakar

Kompas.com, 18 Agustus 2022, 11:56 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Rambutan (Nephelium lappaceum L.) adalah buah tropis dan termasuk dalam buah musiman. Buah rambutan banyak digemari masyarakat Indonesia, sehingga banyak yang menanam pohon rambutan di pekarangan rumah.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Kamis (18/8/2022), untuk mendapatkan pohon rambutan yang cepat berbuah, biasanya ditanam anakan pohon rambutan yang berasal dari hasil cangkok.

Selain cepat berbuah tentu rasa buahnya lezat, karena pohon rambutan cangkokan biasanya memiliki karakter 90 persen sama dengan induknya.

Baca juga: Gampang, Begini Cara Mencangkok Durian

Ilustrasi tanaman rambutan, pohon rambutan. PIXABAY/GENGA_CLICKS Ilustrasi tanaman rambutan, pohon rambutan.

Berikut cara mencangkok pohon rambutan agar cepat berakar.

Bahan dan alat yang dibutuhkan

  • Pisau tajam
  • Sabut kelapa atau plastik
  • Tali rafia
  • 1 siung bawang merah
  • Media tanam berupa tanah dan pupuk kandang atau pupuk kompos degan perbandingan 1:1
  • Paku

Cara mencangkok pohon rambutan

Pertama, pastikan induk yang akan dicangkok berasal dari varietas unggul. Kemudian, tentukan cabang yang lurus dan cukup besar, kira-kira diameter 3 cm.

Kupas kulit cabang pohon tersebut sepanjang 15 cm-20 cm. Setelah itu, bersihkan kambium.

Baca juga: Cara Mencangkok Tanaman Mangga, Mudah Dilakukan

Setelah kulit terkupas bersikan kabium yang masih menyelimuti batang dengan cara digaruk sampai tidak licin lagi. Keringkan batang yang sudah dibersihkan tadi dengan cara dibiarkan selama tiga hari.

Ilustrasi buah rambutan, pohon rambutan. SHUTTERSTOCK/PHOTOADVENTURE STUDIO Ilustrasi buah rambutan, pohon rambutan.

Pada hari ketiga sebelum memasukan media tanam, bekas sayatan bagian atas digosok dengan bawang merah. Bawang merah bertindak sebagai perangsang tumbuhnya akar.

Setelah itu, bungkus dengan plastik atau sabut kelapa dengan cara diikat bagian bawah terlebih dulu kemudian masukan media tanam, selanjutnya ikat bagian atas dengan tali. Pastikan media tanam harus benar-benar padat.

Jika menggunakan plastik, lubangi dengan cara ditusuk dengan paku untuk pembuangan air waktu penyiraman. Penyiraman dilakukan setiap hari.

Baca juga: Cara Merawat Pohon Rambutan agar Berbuah Lebat

Kurang lebih dua bulan atau apabila akar sudah keluar dalam jumlah yang banyak, potong cabang tersebut dan pindahkan pada polybag dengan media tanam, tanah dan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan 1 : 1.

Bila sudah tumbuh tunas baru, maka pohon rambutan siap ditanam di kebun atau pekarangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau